Jembatan Perintis Garuda di Jatisari Kembali Dibuka, Warga Tak Lagi Harus Memutar 3 Kilometer
Daerah    Senin 10 Agustus 2026    16:32:59 WIB
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Ipda Cep Wildan Nurzain mengatakan, kehadiran jajaran kepolisian dalam peresmian tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah.Selain menghadiri kegiatan, kepolisian memastikan seluruh rangkaian peresmian berjalan aman dan tertib.Peresmian turut dihadiri sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang, di antaranya Bupati Karawang H. Aef Saepulloh dan Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto.Dalam sambutannya, Letkol Inf. Nanda Siswanto mengatakan pembangunan dan renovasi kedua jembatan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara berbagai pihak dan Pemerintah Kabupaten Karawang.Menurut dia, keberadaan jembatan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan lebih jauh karena akses yang tersedia mengharuskan mereka memutar.“Sebelum ada jembatan ini, masyarakat harus menempuh jarak memutar sekitar 3 kilometer. Dengan adanya jembatan baru, akses dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat,” kata Nanda.Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan dan dinilai sudah tidak layak digunakan. Renovasi dilakukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.Bagi warga, keberadaan jembatan bukan sekadar infrastruktur penghubung. Akses yang lebih dekat berarti waktu perjalanan menjadi lebih singkat, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian.Bupati Karawang H. Aef Saepulloh mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan renovasi jembatan tersebut.Ia menilai pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi warga.“Mobilitas masyarakat di wilayah ini didominasi oleh para petani. Akses jembatan yang baik akan sangat mendukung kegiatan pertanian dan meningkatkan perekonomian,” ujar Aef.Ia menyebut pembangunan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.Aef juga menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam merealisasikan pembangunan.“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa kita adalah superteam dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat,” tegasnya.Peresmian ditutup dengan pemotongan pita. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, doa, sambutan hingga peresmian, berlangsung aman dan lancar.Kini, dua jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperpendek jarak perjalanan warga, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas pertanian dan pergerakan ekonomi masyarakat di wilayah Jatisari dan sekitarnya.***Red-Man























