Habbina
Dari Menulis Suara Warga ke Ruang Aspirasi Desa, Asep Jaya Mantap Maju sebagai Calon BPD Cikampek Utara
0 Komentar 233 pembaca

Dari Menulis Suara Warga ke Ruang Aspirasi Desa, Asep Jaya Mantap Maju sebagai Calon BPD Cikampek Utara

Pemerintahan

KARAWANG - Selama bertahun-tahun, Asep Suherman yang akrab disapa Asep Jaya terbiasa berdiri di balik aktivitas jurnalistik. Ia menulis, menggali informasi, mendengar keluhan masyarakat, mengawal berbagai persoalan publik, sekaligus menyampaikan suara warga melalui pemberitaan.
Kini, perjalanan itu membawanya ke ruang pengabdian yang berbeda.
Jurnalis senior sekaligus aktivis organisasi kewartawanan tersebut resmi memperoleh nomor urut 4 dalam tahapan pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, untuk periode 2026-2034.
Bagi Asep, nomor urut tersebut bukan sekadar identitas dalam kontestasi pemilihan. Di balik angka empat itu, ada sebuah keputusan untuk membawa pengalaman panjangnya di dunia jurnalistik ke lingkungan pemerintahan desa, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya.
Selama berkecimpung di dunia pers, Asep Jaya dikenal cukup dekat dengan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Ia terbiasa bertemu dengan warga dari berbagai latar belakang, mendengar keluhan, mencari fakta, melakukan verifikasi, serta mengonfirmasi persoalan kepada pihak-pihak terkait.
Pengalaman itulah yang kini ingin ia jadikan bekal apabila masyarakat Desa Cikampek Utara memberikan kepercayaan kepadanya untuk duduk sebagai anggota BPD.
Nama Asep Jaya sendiri bukan sosok baru di kalangan insan pers Karawang. Selain aktif sebagai jurnalis, ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V.
Pengalaman organisasi tersebut membuatnya tidak hanya terbiasa dengan aktivitas jurnalistik, tetapi juga dengan proses membangun komunikasi, menyatukan berbagai kepentingan, menjembatani aspirasi, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Menurut Asep, pengalaman sebagai jurnalis memiliki irisan yang cukup kuat dengan fungsi BPD, khususnya dalam hal menyerap dan menyampaikan suara masyarakat.
Selama menjalankan profesinya, ia terbiasa tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi. Setiap informasi harus diperiksa, setiap persoalan perlu didengar dari berbagai sudut pandang, dan setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik harus mendapatkan perhatian.
Prinsip tersebut, kata dia, ingin tetap dipertahankan ketika nantinya mendapat amanah sebagai anggota BPD.
"Pengalaman saya di dunia jurnalistik dan organisasi mengajarkan saya untuk tidak diam melihat hal-hal yang kurang tepat, serta selalu mendengar suara yang belum tersampaikan. Sebagai mantan pimpinan IWO Indonesia Wilayah V, saya sudah terbiasa memverifikasi fakta, mengawal kebijakan agar tepat sasaran, serta memastikan hak masyarakat mendapatkan informasi yang jelas," ujar Asep Jaya, Rabu (12/08).
Ia berpandangan, BPD tidak seharusnya hanya dipahami sebagai lembaga yang hadir untuk memenuhi struktur pemerintahan desa. Lebih dari itu, BPD harus mampu menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa.
Menurut Asep, hubungan yang sehat antara pemerintah desa dan masyarakat akan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Karena itu, apabila memperoleh kepercayaan masyarakat, ia berkomitmen membawa pola kerja yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, keterbukaan, serta komunikasi yang aktif.
Ia ingin setiap proses yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dapat dibicarakan secara terbuka, sehingga warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi ikut terlibat dalam menentukan arah pembangunan desa.
Bagi Asep, pembangunan desa juga tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun.
Jalan, saluran air, fasilitas umum dan pembangunan fisik memang penting. Namun, menurut dia, pembangunan memiliki cakupan yang jauh lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, hingga membuka ruang partisipasi warga dalam setiap proses pembangunan.
Di titik itulah ia melihat pentingnya keberadaan BPD sebagai lembaga yang mampu memastikan suara masyarakat tetap menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat desa.
"Saya ingin menjadi jembatan yang kuat antara warga dan Pemerintah Desa. Setiap usulan, keluhan maupun harapan warga harus menjadi prioritas dalam setiap keputusan pembangunan. BPD harus hadir sebagai rumah aspirasi masyarakat, sehingga setiap suara warga benar-benar didengar dan diperjuangkan," tegasnya.
Langkah Asep Jaya menuju kontestasi BPD Desa Cikampek Utara pun mendapat perhatian dari sejumlah kalangan. Rekam jejaknya sebagai jurnalis yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi salah satu modal yang ia bawa.
Namun, bagi Asep, pengalaman tersebut bukan alasan untuk merasa lebih unggul dibanding calon lainnya.
Justru pengalaman panjang itu, kata dia, harus menjadi tanggung jawab apabila kelak mendapat mandat dari masyarakat.
Ia menyadari bahwa menjadi anggota BPD bukan sekadar soal memperoleh posisi. Ada amanah warga yang harus dijaga dan ada kepentingan masyarakat yang harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
Karena itu, setelah resmi ditetapkan sebagai calon dan memperoleh nomor urut 4, Asep memilih untuk mengikuti seluruh tahapan pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan panitia.
Ia berharap proses demokrasi di tingkat Desa Cikampek Utara dapat berlangsung secara aman, tertib, terbuka, dan mengedepankan persaudaraan.
Pada akhirnya, bagi Asep Jaya, perjalanan dari dunia jurnalistik menuju ruang pengabdian masyarakat bukanlah tentang meninggalkan profesi lamanya. Nilai-nilai yang selama ini ia pegang sebagai seorang jurnalis justru ingin dibawanya ke medan pengabdian yang baru.
Dari terbiasa menulis suara warga, kini ia ingin ikut memperjuangkan suara itu secara langsung.
Dari mengawal persoalan masyarakat melalui pemberitaan, ia ingin mengambil bagian dalam mengawal aspirasi masyarakat melalui lembaga desa.
Dan dari pengalaman panjang mendengar berbagai keluhan warga, Asep berharap kelak dapat menjadi bagian dari mereka yang memastikan suara tersebut tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Desa Cikampek Utara.***Red-Man

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top