Habbina
UBP Karawang Tuntaskan KKN 2026, Tinggalkan Warisan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
0 Komentar 121 pembaca

UBP Karawang Tuntaskan KKN 2026, Tinggalkan Warisan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Pemerintahan

KARAWANG – Selama sebulan penuh, ribuan mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang hidup berdampingan dengan masyarakat desa. Mereka tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi turut menyelami persoalan nyata yang dihadapi warga, mulai dari pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, hingga membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.
Sebanyak 1.893 mahasiswa UBP Karawang resmi menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 setelah melaksanakan pengabdian di 81 desa yang tersebar di empat kabupaten, yakni Karawang, Purwakarta, Subang, dan Bekasi. Program yang berlangsung sejak 8 Juli hingga 8 Agustus 2026 itu ditutup melalui kegiatan Penutupan dan Lokakarya KKN 2026 di Aula Lantai 3 UBP Karawang, Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan Berkelanjutan,” KKN tahun ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 1.893 mahasiswa diterjunkan ke 81 desa di 24 kecamatan. Selama berada di lokasi pengabdian, mereka tidak hanya melaksanakan berbagai program kerja, tetapi juga belajar memahami karakteristik masyarakat serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi desa.
Acara penutupan dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, S.T., M.Hum., jajaran pimpinan universitas, Ketua LPPM Prof. April Lia Hananto, Ph.D., para dekan, ketua program studi, dosen pendamping lapangan (DPL), hingga seluruh mahasiswa peserta KKN.
Rektor UBP Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., menegaskan bahwa KKN tidak boleh dimaknai sekadar agenda rutin tahunan ataupun syarat kelulusan mahasiswa.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
"Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi. Mereka belajar dari masyarakat, sekaligus membantu masyarakat menemukan cara menghadapi berbagai persoalan yang ada," ujarnya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa berhasil menghasilkan lima luaran utama yang difokuskan pada penyelesaian persoalan sampah berbasis lingkungan. Kelima hasil tersebut meliputi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pembentukan dan penguatan Bank Sampah maupun Unit Pengelolaan Sampah, pengembangan produk olahan sampah bernilai ekonomi, penyusunan modul edukasi lingkungan, serta penyusunan peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah desa.
Model yang dikembangkan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, kader lingkungan, kelompok pemuda, hingga warga setempat. Adapun produk yang berhasil dihasilkan antara lain kompos, eco-enzyme, berbagai kerajinan berbahan sampah daur ulang (upcycling), serta sistem pemilahan sampah anorganik yang memiliki nilai jual.
Budi menilai persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai isu kebersihan semata. Di baliknya terdapat persoalan kesehatan, perilaku masyarakat, ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan hidup.
Karena itu, mahasiswa didorong terus mengedukasi masyarakat melalui penerapan prinsip "Kurangi, Pilah, Olah, dan Manfaatkan" agar budaya mengelola sampah dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan KKN bukanlah banyaknya kegiatan yang terlaksana selama mahasiswa berada di desa, melainkan sejauh mana program tersebut tetap berjalan setelah mereka kembali ke kampus.
"Keberhasilan KKN harus diukur dari pertanyaan sederhana: apakah setelah mahasiswa kembali ke kampus, masyarakat masih melanjutkan apa yang telah dimulai? Jika masyarakat masih memilah sampah dan menjaga lingkungan secara mandiri, maka KKN kita telah berhasil meninggalkan warisan perubahan," tegasnya.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian lahir dari kelompok mahasiswa yang ditempatkan di Desa Pasirtalaga. Mereka merancang sistem pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya bertujuan mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat setempat.
Melalui berbagai inovasi tersebut, KKN UBP Karawang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai program pengabdian selama satu bulan. Lebih dari itu, program ini menjadi langkah awal membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, memperkuat kemandirian desa, serta menghadirkan perubahan yang terus hidup di tengah masyarakat, bahkan setelah para mahasiswa kembali ke bangku perkuliahan.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top