Habbina
Karawang Bergerak Selamatkan Sawah, Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Ancaman Kekeringan
0 Komentar 89 pembaca

Karawang Bergerak Selamatkan Sawah, Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Ancaman Kekeringan

Pemerintahan

Karawang– Ancaman kekeringan yang mulai berdampak terhadap lahan pertanian di Kabupaten Karawang mendorong pemerintah bergerak cepat. Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Perum Jasa Tirta (PJT) II menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa, Sabtu (15/8/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan sektor pertanian tetap mampu menopang ketahanan pangan nasional, terutama setelah sekitar 1.000 hektare sawah di Kecamatan Pakisjaya mulai terdampak kekeringan.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan, penanganan kekeringan tidak boleh ditunda karena menyangkut keberlangsungan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Menurutnya, pemerintah harus memastikan para petani tidak mengalami gagal panen akibat minimnya pasokan air.
"Situasi ini harus segera ditangani. Jangan sampai petani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan justru mengalami kerugian akibat kekeringan," ujarnya.
Aep juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mempertahankan hampir 87 ribu hektare sawah teknis dari ancaman alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman maupun industri. Namun, menurutnya, menjaga luas lahan pertanian saja tidak cukup apabila tidak diiringi dengan jaminan ketersediaan air dan jaringan irigasi yang memadai.
Ia menilai produktivitas pertanian hanya dapat dipertahankan apabila saluran irigasi berfungsi optimal. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong perbaikan infrastruktur air agar petani dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan menjaga stabilitas produksi.
Selain persoalan debit air, Aep menyoroti kondisi sejumlah saluran irigasi yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi serta tersumbat sampah. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab air tidak mengalir maksimal ke areal persawahan.
"Pengerukan dan pembersihan saluran harus segera dilakukan agar distribusi air kembali lancar. Yang terpenting adalah memastikan air benar-benar sampai ke sawah sehingga petani bisa kembali menanam," katanya.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian menyatakan siap memberikan dukungan penuh. Sebanyak 20 unit alat berat akan diterjunkan untuk melakukan normalisasi, pengerukan, dan pembersihan saluran irigasi di sejumlah titik yang menjadi prioritas penanganan.
Dukungan tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Bupati Aep meminta seluruh alat berat segera dioperasikan agar proses pemulihan jaringan irigasi dapat berlangsung lebih cepat dan manfaatnya segera dirasakan oleh para petani.
Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Karawang memiliki peran penting dalam menjaga pasokan pangan Indonesia. Dengan luas sawah teknis mencapai hampir 87 ribu hektare, pemerintah daerah menargetkan produksi sebesar 1,45 juta ton gabah kering panen (GKP) setiap tahun.
Target tersebut, menurut Aep, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PJT II, dan para petani. Sinergi menjadi kunci agar persoalan kekeringan dapat diatasi tanpa mengganggu produktivitas pertanian.
"Karawang harus tetap menjadi penyangga pangan nasional. Karena itu, seluruh pihak harus bergerak bersama menjaga lahan, memperbaiki irigasi, dan memastikan air tersedia agar petani tetap bisa menanam serta mempertahankan hasil panennya," pungkasnya.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top