Habbina
Kemah Bakti di Kuningan, Ruang Belajar Generasi Muda untuk Peduli dan Berani Bermimpi
0 Komentar 165 pembaca

Kemah Bakti di Kuningan, Ruang Belajar Generasi Muda untuk Peduli dan Berani Bermimpi

Pendidikan

KUNINGAN – Lapang Sepak Bola Desa Mandalajaya, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jumat (4/9/2026), berubah menjadi ruang belajar terbuka bagi ratusan peserta pendidikan kesetaraan. Di tengah suasana perkemahan, mereka tidak hanya diajak mengenal dunia kepramukaan, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, kepedulian sosial, kemandirian hingga keberanian menatap masa depan.
Suasana tersebut terasa dalam pembukaan Kemah Bakti Pramuka Pendidikan Kesetaraan Ke-V Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang dibuka langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Kegiatan yang digelar DPD Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan itu diikuti peserta pendidikan kesetaraan dari berbagai PKBM di Kabupaten Kuningan.
Bagi Bupati Dian yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan, kemah bakti tersebut bukan sekadar kegiatan bermalam di alam terbuka.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
“Ini bukan hanya sekadar berkemah, bukan hanya sekadar bermalam bersama teman-teman. Ini merupakan proses pendidikan pembentukan karakter, memperkuat arti kebersamaan, saling menolong, kepedulian sosial, sekaligus mengembangkan kreativitas dan inovasi,” ujar Dian.
Ia menilai pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan, masyarakat dan alam terbuka justru dapat memberikan pelajaran yang tidak kalah penting dalam membentuk kepribadian.
Karena itu, menurut Dian, pendidikan kesetaraan memiliki posisi penting dalam membuka kembali kesempatan belajar bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi berbagai hambatan.
Melalui Paket A, Paket B dan Paket C, masyarakat tetap memiliki ruang untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kapasitas diri dan mengejar cita-cita.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” tegasnya.
Belajar Peduli dari Lingkungan Sekitar
Kemah bakti tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Peserta tidak hanya mengikuti aktivitas kepramukaan, tetapi juga terlibat dalam bakti sosial, penanaman bibit tanaman dan pemungutan sampah.
Bagi Dian, kegiatan semacam itu menjadi pembelajaran nyata mengenai arti kepedulian.
“Yang susah kita berikan bantuan, yang lemah kita berikan dorongan. Ini pembelajaran yang luar biasa,” katanya.
Ia bahkan menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta agar menjaga kebersihan lokasi perkemahan. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari meriahnya acara, tetapi juga dari bagaimana peserta meninggalkan lingkungan setelah seluruh kegiatan selesai.
“Titip, tadinya bersih, setelah selesai kemah juga harus bersih,” pesannya.
Persoalan sampah, lanjut Dian, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran harus dibangun sejak dari rumah dan dilakukan secara bersama-sama.
“Sampah adalah tanggung jawab kita bersama, dimulai dari hulu ke hilir, dimulai dari sampah rumah tangga,” ujarnya.
Jangan Takut Bermimpi
Di hadapan para peserta, Dian juga mendorong mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pioneering, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), pengetahuan kepramukaan hingga permainan.
Menurutnya, setiap kegiatan memiliki nilai pembelajaran yang dapat membentuk sikap mandiri, disiplin dan bertanggung jawab.
Ia pun menyampaikan pesan sederhana yang diharapkan menjadi bekal para peserta dalam menjalani kehidupan.
“Jangan takut untuk mencoba, jangan takut untuk bermimpi, jangan takut untuk mempunyai cita-cita,” tuturnya.
Dian meyakini, para peserta yang hadir dalam kemah tersebut memiliki peluang menjadi bagian penting dari masa depan Kabupaten Kuningan.
Ia berharap mereka tidak memandang pendidikan kesetaraan sebagai jalan kedua, melainkan sebagai kesempatan untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan.
“Tidak menutup kemungkinan di hadapan saya kalian adalah penerus cita-cita masa depan Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.
Merawat Tradisi di Tengah Teknologi
Selain kegiatan kepramukaan dan sosial, kehadiran karnaval budaya serta permainan tradisional menjadi bagian yang mendapat perhatian Bupati Dian.
Menurutnya, pengenalan kembali permainan tradisional penting dilakukan di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi dan gadget.
Permainan tradisional, kata dia, tidak sekadar menjadi hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kreativitas, sportivitas dan filosofi kehidupan yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini permainan-permainan tradisional kembali diingatkan untuk dilestarikan, karena mengandung makna dan filosofi yang luar biasa,” tuturnya.
Di penghujung sambutannya, Dian mengajak pengelola PKBM, tutor, pembina, pendamping dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Saya sebagai Bupati tidak bisa berjalan sendiri, tidak bisa membangun sendiri tanpa dukungan dari seluruh masyarakat, elemen masyarakat,” katanya.
Dian kemudian menyampaikan selamat mengikuti seluruh rangkaian Kemah Bakti kepada para peserta.
Ia berpesan agar mereka menjaga kesehatan, kekompakan dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Jaga kekompakan, jaga kesehatan, yang terpenting juga jaga kebersihan. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi harapan bangsa, generasi penerus yang hebat,” pesannya.
Kemah Bakti Pramuka Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Kuningan Ke-V Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Dian Rachmat Yanuar. Pembukaan ditandai dengan penancapan kapak dan pelepasan burung merpati.
Dari sebuah lapangan perkemahan di Desa Mandalajaya, pesan yang dibawa para peserta pun sederhana: belajar tidak mengenal batas usia, dan setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk tumbuh, bermimpi, serta mengambil bagian dalam masa depan daerahnya.***Ading Permana

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top