Pesan Misterius Menghilang, Dua Isu di Kertapati Kembali Jadi Sorotan
Daerah    Minggu 06 September 2026    10:55:16 WIBPALEMBANG – Suasana di wilayah Kertapati kembali diwarnai tanda tanya. Di tengah sorotan terhadap dua isu yang tengah menjadi perhatian publik, yakni dugaan aktivitas BBM ilegal dan polemik di Dapur SPPG wilayah Kertapati, muncul pesan dari sebuah akun misterius yang tak lama kemudian menghilang.
Akun tersebut disebut tidak lagi dapat ditemukan. Kemunculan singkat lalu hilangnya akun itu memunculkan beragam spekulasi di tengah pemberitaan mengenai kedua isu tersebut.
Namun, siapa sebenarnya pengirim pesan tersebut hingga kini belum diketahui. Tidak ada dasar yang cukup untuk memastikan apakah pesan itu berkaitan dengan pihak yang tersorot dalam dugaan aktivitas BBM ilegal maupun polemik di lingkungan Dapur SPPG Kertapati.
Koordinator Media Center Jurnalis Kertapati (MC-JK), Hery, meminta pihak mana pun yang merasa keberatan terhadap pemberitaan agar menyampaikan klarifikasi secara terbuka dan menggunakan identitas yang jelas.
“Dua isu ini sama-sama kami soroti berdasarkan fakta yang ada. Jika ada pihak yang merasa tidak benar atau tersinggung, silakan datang dengan identitas jelas, bukan pakai akun samaran lalu langsung menghilang,” ujar Hery.
Menurut dia, kritik maupun bantahan merupakan bagian dari ruang publik. Media, kata Hery, tetap membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan penjelasan maupun hak jawab.
Hery juga menegaskan, munculnya pesan anonim tidak akan menghentikan kerja jurnalistik yang sedang dilakukan.
“Kami tidak akan menebak secara spesifik mana yang terusik BBM ilegal atau SPPG Kemasrindo. Tapi satu hal yang pasti, kebenaran itu tidak perlu takut terungkap,” tegasnya.
Meski demikian, Hery menekankan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan siapa berada di balik akun tersebut. Menurutnya, identitas pengirim dan motif pesan harus terlebih dahulu dipastikan berdasarkan bukti.
Di sisi lain, sorotan terhadap dugaan aktivitas BBM ilegal maupun polemik di Dapur SPPG Kertapati dinilai perlu ditempatkan dalam koridor verifikasi dan konfirmasi. Setiap pihak yang merasa dirugikan memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi.
Bagi awak media, keberadaan akun anonim tersebut justru menjadi pengingat bahwa setiap informasi yang muncul di ruang publik harus diuji secara hati-hati. Sebab, di tengah derasnya arus informasi, fakta dan dugaan tidak boleh dipertukarkan.
MC-JK menyatakan tetap membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin memberikan penjelasan secara terbuka. Proses peliputan pun akan terus dilakukan dengan mengedepankan konfirmasi, verifikasi, serta kepentingan masyarakat.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai siapa pengirim pesan misterius tersebut maupun apakah pesan itu memiliki keterkaitan dengan salah satu isu yang sedang menjadi perhatian di Kertapati.***Morry/Tim























