Habbina
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Ajak Santri Perkuat Kebersamaan dan Berkontribusi Membangun Daerah
0 Komentar 153 pembaca

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Ajak Santri Perkuat Kebersamaan dan Berkontribusi Membangun Daerah

Pemerintahan

SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak seluruh santri untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui semangat gotong royong, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Dengan berlandaskan nilai-nilai agama serta akhlak mulia, santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya menjaga tradisi keislaman, tetapi juga berkontribusi menghadirkan kemajuan bagi Kabupaten Sukabumi.
Pesan tersebut disampaikan Asep Japar saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Lapangan Stadion Korpri Gelanggang Cisaat, Kamis (22/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dan Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, bersama jajaran pemerintah daerah serta para santri.
Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
"Mari kita jadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, dan meneguhkan komitmen dalam membangun Kabupaten Sukabumi yang kita cintai," ujarnya.
Menurut Asep, sejarah Hari Santri tidak dapat dipisahkan dari Resolusi Jihad yang dimaklumatkan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Peristiwa bersejarah itu, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa. Para ulama dan santri tidak hanya berjuang menjaga nilai-nilai agama, tetapi juga turut mengambil bagian dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
"Peristiwa tersebut mengajarkan kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan bagian penting dari perjalanan bangsa. Peringatan Hari Santri ini merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," tuturnya.
Santri Harus Adaptif terhadap Perkembangan Zaman
Asep menilai, tantangan perjuangan pada masa kini berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu para ulama dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, saat ini generasi santri dituntut untuk memperkuat bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta pembentukan karakter yang berlandaskan akhlak mulia.
Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing membutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Santri harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari.
"Di sinilah para santri harus mengambil peran. Dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa, kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan inovasi," ungkapnya.
Ia menegaskan, penguasaan ilmu agama harus berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan zaman tidak seharusnya membuat santri kehilangan identitas, melainkan menjadi peluang untuk memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Asep juga mengingatkan bahwa pesantren memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter generasi muda. Tradisi pendidikan pesantren yang menanamkan kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, dan penghormatan kepada sesama merupakan modal penting dalam membangun bangsa yang berintegritas.
"Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Bangsa yang kuat tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga harus jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama," tegasnya.
Pesantren Diharapkan Terus Hadir Memberdayakan Masyarakat
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi juga berharap pesantren dapat terus memperkuat perannya melalui tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketiga fungsi tersebut dinilai memiliki arti penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Melalui pendidikan, pesantren mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Melalui dakwah, pesantren menjaga nilai-nilai keagamaan. Sementara melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga.
Asep optimistis, apabila ketiga fungsi tersebut dijalankan secara optimal, pesantren akan semakin berperan dalam pembangunan daerah maupun nasional.
"Dengan menjalankan ketiga fungsi secara optimal, pesantren akan semakin berperan dalam pembangunan nasional dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tentu saja tanpa kehilangan jati diri dan tradisi luhur yang menjadi kekuatannya," pungkasnya.
Peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 juga diisi dengan pengukuhan dan pelantikan Panglima Santri Kabupaten Sukabumi oleh Bupati H. Asep Japar.
Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan di kalangan santri sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Melalui peringatan Hari Santri, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap santri dan pesantren dapat terus menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan, menghadirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa melupakan akar tradisi dan nilai-nilai keagamaan.***Dadan Sundana

Author

Editor Tarman Suherman
Profil Editor Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top