Sukabumi, Wabup Andreas Tekankan Peran Strategis Sarjana Dukung Indonesia Emas 2045
Pemerintahan    Minggu 11 Januari 2026    04:19:29 WIBSUKABUMI — Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri kegiatan Malam Keakraban Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini menjadi agenda perdana SPPI Kabupaten Sukabumi sejak organisasi tersebut resmi terbentuk.
Dari total 221 anggota SPPI Kabupaten Sukabumi, sekitar 70 orang hadir dalam kegiatan yang dikemas sebagai ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi strategis. Acara tersebut membahas peran SPPI dalam mendukung program prioritas nasional serta kontribusi nyata bagi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah—maju, unggul, berbudaya, dan berkah.
Panitia pelaksana, Hidayatullah, menyampaikan bahwa Malam Keakraban ini bertujuan memperkuat konsolidasi internal agar para sarjana penggerak memiliki kesamaan visi dan semangat dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
“Kabupaten Sukabumi memiliki banyak sumber daya manusia unggul. Saya yakin kita semua mampu berkontribusi dalam mewujudkan visi Sukabumi yang mubarakah,” ujar Hidayatullah.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Abdul Aziz, menegaskan bahwa SPPI mengemban tanggung jawab besar dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah pusat, salah satunya Program Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Sandi, keterlibatan SPPI dalam Program BGN tidak semata pada aspek teknis pelaksanaan, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter relawan agar lebih tangguh dan siap menghadapi dinamika di lapangan.
“Program BGN harus menjadi momentum pembentukan karakter. Jangan ragu melangkah, karena apa yang dijalankan merupakan amanah negara,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menilai Program BGN sebagai program yang sangat mulia dan strategis karena menjadi bagian dari upaya besar menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik dan pendidikan yang berkualitas.
“Ini bukan semata soal anggaran atau bisnis. Ini tentang bagaimana Presiden menyiapkan Indonesia Emas 2045. Pondasinya adalah gizi dan pendidikan yang kuat,” ujar Wabup.
Wabup menambahkan bahwa pencapaian Indonesia Emas membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh elemen bangsa. Ia menyebut para relawan SPPI telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah pembangunan nasional.
“Bapak dan ibu semua sudah mencetak sejarah. Pada tahun 2045 nanti, akan ada kerja keras Anda semua di dalamnya,” katanya.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, Wabup Andreas berharap Program BGN mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka stunting. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan, termasuk pengelolaan dapur layanan gizi agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Program ini memiliki dampak yang sangat besar. Ke depan, selain pemberian makanan bergizi, anak-anak juga perlu dibekali edukasi tentang cara memilih, mengolah, dan menyajikan makanan sehat,” pungkasnya.***Dadan




























