Hari Tuli Nasional di Ciamis, Pemkab Tegaskan Hak dan Kesetaraan sebagai Fondasi Pembangunan Inklusif
Daerah    Selasa 13 Januari 2026    02:26:03 WIBCIAMIS -Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, dengan memastikan setiap warga negara—termasuk komunitas Tuli—memiliki ruang yang setara untuk berkarya dan berkontribusi sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Peringatan Hari Tuli Nasional yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kesadaran bersama bahwa kesetaraan bukanlah wacana, melainkan tanggung jawab bersama.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asda III) Wawan Ruhyat, menegaskan bahwa peringatan Hari Tuli Nasional tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi titik tolak perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas Tuli.
“Penyandang disabilitas Tuli adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki martabat, hak, dan kesempatan yang sama. Hak atas komunikasi, informasi, lingkungan yang inklusif, bahasa isyarat, serta kesempatan kerja bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan hak dasar setiap manusia,” ujar Wawan saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menambahkan, hambatan terbesar yang selama ini dihadapi teman Tuli bukan terletak pada kondisi fisik, melainkan pada lingkungan dan sistem sosial yang belum sepenuhnya ramah dan inklusif. Karena itu, Pemkab Ciamis mengajak seluruh elemen—mulai dari dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas—untuk mengubah paradigma, dari melihat keterbatasan menjadi mengakui potensi.
Sementara itu, Ketua Gerkatin Jawa Barat, Rosmayadi, mengingatkan bahwa perjuangan hak-hak komunitas Tuli telah berlangsung panjang sejak 1960. Selama 66 tahun, komunitas Tuli terus memperjuangkan pengakuan, kesetaraan, dan akses yang adil di berbagai sektor kehidupan.
“Antara hak Tuli dan hak dengar tidak boleh ada ketimpangan. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menghadirkan kebijakan yang benar-benar setara bagi semua,” ujar Rosmayadi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Ciamis ini juga diisi seminar inspiratif dengan menghadirkan narasumber Phieter Angdika. Kehadirannya memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya kesetaraan akses dan pengakuan hak-hak komunitas Tuli di Indonesia.
Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan sesi sosialisasi belajar bahasa isyarat yang diikuti antusias oleh peserta dari berbagai kalangan. Sesi ini menjadi upaya nyata untuk menjembatani komunikasi antara teman Tuli dan masyarakat dengar, sekaligus mengikis stigma bahwa berkomunikasi dengan Tuli adalah sesuatu yang sulit.
Untuk mendukung kemandirian ekonomi, panitia turut menggelar Bazar UMKM yang menampilkan beragam produk kreatif hasil karya teman Tuli dan pelaku usaha lokal. Bazar ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Peringatan Hari Tuli Nasional di Ciamis diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan dan tindakan nyata menuju Ciamis yang lebih ramah disabilitas, setara, dan berkeadilan bagi semua.***Aam Amira




























