Habbina
Ketika Alam Terancam, Gubernur Turun Tangan: Dedi Mulyadi Hentikan Tambang Bermasalah di Lagadar
0 Komentar 117 pembaca

Ketika Alam Terancam, Gubernur Turun Tangan: Dedi Mulyadi Hentikan Tambang Bermasalah di Lagadar

Peristiwa

Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan keberpihakannya pada keselamatan lingkungan dan masyarakat. Menyikapi sorotan publik terhadap aktivitas pertambangan di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Dedi bergerak cepat dengan memerintahkan jajaran terkait untuk turun langsung ke lapangan.

Tanpa menunggu polemik berkepanjangan, orang nomor satu di Jawa Barat itu menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat agar segera melakukan penindakan dan pendalaman di lokasi tambang.

“Mulai dari Satpol PP dan Dinas ESDM, saya sudah minta langsung turun,” ujar Dedi Mulyadi, Senin (19/1).

Langkah ini menegaskan komitmen kuat Dedi—yang akrab disapa KDM—dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Ia menekankan bahwa legalitas bukanlah tameng mutlak bagi aktivitas pertambangan.

“Sekalipun legal, kalau membahayakan lingkungan dan masyarakat, tetap saya minta dihentikan,” tegasnya.

Menurut Dedi, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan persoalan tambang berlarut-larut hingga menimbulkan dampak yang lebih luas. Keselamatan warga dan keberlanjutan lingkungan, kata dia, harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan ekonomi jangka pendek.

Ia juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah, mulai dari perangkat desa hingga kepala daerah, agar aktif mengawasi aktivitas pertambangan di wilayah masing-masing dan tidak menunggu hingga terjadi kerusakan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jawa Barat Tulus Arifin memastikan pihaknya langsung menindaklanjuti perintah Gubernur. Bersama tim dari Dinas ESDM, petugas telah berada di lokasi tambang untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Petugas sudah turun ke lapangan. Saat ini masih dalam tahap pendalaman data dan informasi,” ujar Tulus.

Dedi Mulyadi sendiri dikenal konsisten dalam bersikap tegas terhadap tambang bermasalah. Sejumlah aktivitas pertambangan di Jawa Barat telah ditutup sejak ia menjabat, terutama yang terbukti ilegal atau berpotensi merusak lingkungan, termasuk di wilayah Bogor.

Sikap tegas ini kembali menuai apresiasi dari masyarakat luas. Kini, publik menanti keputusan akhir Pemerintah Provinsi Jawa Barat: apakah tambang Lagadar akan dihentikan demi keselamatan alam dan warga sekitar.***Ayi Herlambang

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top