Pemkab Karawang Pastikan Logistik Aman, Warga Terdampak Banjir Rob Tetap Terlayani
Pemerintahan    Selasa 20 Januari 2026    17:38:28 WIBKarawang -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bergerak cepat merespons bencana banjir rob yang merendam delapan kecamatan sejak Minggu (18/1/2026). Wakil Bupati Karawang, Maslani, memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu pekan ke depan.
Kepastian itu disampaikan Maslani saat meninjau langsung pusat distribusi logistik di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Selasa (20/1). Dalam peninjauan tersebut, Maslani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Aang, serta jajaran terkait.
Maslani menjelaskan, sejak hari pertama banjir rob melanda, Pemkab Karawang telah menyalurkan bantuan secara bertahap ke seluruh wilayah terdampak. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkab menugaskan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan.
“Distribusi logistik kami lakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap titik terdampak. Kami juga membentuk tim yang melibatkan kepala OPD agar kondisi di lapangan dapat terpantau secara langsung,” ujar Maslani.
Bantuan logistik yang disalurkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang, serta dukungan donasi melalui gerakan ASN Karawang Peduli Bencana. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok warga, khususnya bagi keluarga yang masih bertahan di lokasi banjir maupun yang terpaksa mengungsi.
Berdasarkan data terbaru BPBD, kondisi banjir di sejumlah wilayah mulai menunjukkan tren surut. Dari 30 desa di delapan kecamatan yang sebelumnya terdampak, kini tersisa 15 desa yang masih tergenang air. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 5.076 kepala keluarga atau sekitar 15.380 jiwa.
Selain fokus pada penanganan darurat, Pemkab Karawang juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Salah satu upaya strategis yang direncanakan adalah pembangunan embung atau kolam retensi di wilayah Kelurahan Tanjungpura.
“Untuk penanganan pascabanjir, Dinas Lingkungan Hidup akan fokus pada pembersihan sampah, sementara DPUPR melakukan pengerukan drainase. Kami juga telah menganggarkan Rp4 miliar untuk pembangunan embung di Tanjungpura sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir,” tegas Maslani.
Melalui kolaborasi lintas OPD tersebut, Pemkab Karawang berharap proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat infrastruktur pengendali banjir di wilayah-wilayah rawan, demi memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat.***Red/Ata Priatna




























