Rapat Minggon Banyusari Bahas Banjir, Keamanan, hingga Masa Depan Infrastruktur Desa
Pemerintahan    Selasa 20 Januari 2026    18:28:07 WIBKARAWANG - Suasana berbeda terasa dalam pelaksanaan Rapat Minggon Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Selasa (20/1/2026). Jika biasanya digelar pada pagi hari, rapat rutin kali ini dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB dengan agenda pembahasan yang padat dan strategis, menyentuh langsung isu-isu krusial masyarakat.
Rapat dipimpin Camat Banyusari Tri Warakanti, didampingi Sekretaris Kecamatan H. Hamzah, dan dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa, aparat trantib dan linmas, tokoh agama, serta perwakilan instansi teknis terkait.
Salah satu agenda utama disampaikan Sekcam Banyusari H. Hamzah terkait rencana perbaikan dan pelebaran Jalan Prapatan Gempol menuju Kantor Kecamatan Banyusari. Ia menegaskan, proyek tersebut telah melalui tahap survei dan masuk dalam program pembangunan tahun 2026.
Dari sisi keamanan, Kapolsek Banyusari IPTU Budi Santoso menyampaikan bahwa kondisi kamtibmas di wilayah Banyusari secara umum masih kondusif. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pendataan pendatang dan pengawasan aktivitas warga pendatang guna mencegah potensi gangguan keamanan.
Terkait bencana banjir, Kapolsek melaporkan bahwa genangan di wilayah Gempol Kolot dan Jayamukti mulai surut. Namun, ia meminta agar perkembangan di lapangan tetap dilaporkan secara berkala untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Perwakilan Danramil Jatisari, Sertu Iman Sugiana, turut mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan keamanan dan siaga bencana, khususnya banjir. Ia meminta pemerintah desa aktif melakukan pemantauan wilayah bersama Babinsa.
Sementara itu, Kasitrantib Kecamatan Banyusari Yasser Arafat menyoroti penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan penerapan wajib lapor tamu 1×24 jam, termasuk pendataan warga kontrakan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi kriminalitas. Ia juga menegaskan bahwa setiap kejadian tindak kejahatan di desa wajib dilaporkan secara administratif.
Revitalisasi siskamling ke depan akan diperkuat dengan pembentukan grup WhatsApp siskamling serta penjadwalan ronda malam. Yasser juga mengingatkan pengawasan terhadap kenakalan remaja, khususnya pelajar, agar tidak berkeliaran atau nongkrong melewati pukul 21.00 WIB.
Kepala Desa Gempol Kolot, Sunardi, melaporkan bahwa banjir di wilayahnya merupakan persoalan tahunan yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan terintegrasi.
Ketua IKD Kecamatan Banyusari H. Ahmad Kholil menyampaikan apresiasi atas partisipasi berbagai pihak dalam kegiatan pengarugan Jalan Prapatan Gempol–Kecamatan Banyusari. Ia mengungkapkan bahwa Dinas PUPR Karawang telah melakukan survei dan merencanakan pelebaran jalan menjadi enam meter, dengan target pekerjaan dimulai pada April 2026. Namun, keberadaan bangunan liar di sepanjang trase jalan menjadi tantangan yang memerlukan sosialisasi intensif kepada masyarakat.
Masih dalam agenda pembangunan, Ahmad Kholil juga menyinggung rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Karawang. Dari total 67 desa yang membutuhkan anggaran sekitar Rp17 miliar, terdapat empat desa di Kecamatan Banyusari yang dijadwalkan melaksanakan Pilkades, yakni Desa Pamekaran, Cicinde Selatan, Tanjung, dan Mekarasih. Hingga kini, belum adanya alokasi anggaran dari Pemda Karawang berpotensi membuat pelaksanaan Pilkades tertunda.
Perwakilan Operasional PJT, Hidayat, menjelaskan bahwa bangunan di atas lahan yang terdampak pelebaran jalan bersifat toleransi. Oleh karena itu, proses sosialisasi perlu dilakukan secara kolaboratif dan bertahap kepada masyarakat.
Dari unsur pemadam kebakaran, Mulyadi dari Damkar Karawang menginformasikan bahwa Pos Damkar kini telah bergeser ke Desa Cicinde Selatan, Kecamatan Banyusari. Ia juga menyampaikan layanan darurat yang dapat diakses masyarakat melalui Call Center 0264-8340113 serta WhatsApp 0856-1400-113 dan 0856-9585-0070, tidak hanya untuk kebakaran, tetapi juga layanan penyelamatan.
Sementara itu, perwakilan BPBD Karawang, Saepul, mengingatkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Maret 2026. Ia mengimbau pemerintah desa dan masyarakat untuk membersihkan saluran air serta mewaspadai potensi angin kencang selain hujan deras.
Menutup rapat, Camat Banyusari Tri Warakanti menekankan pentingnya mengaktifkan kembali patroli kewilayahan, penjadwalan penanganan kerawanan sosial, jam malam, siskamling, serta pelaporan setiap kegiatan desa. Ia juga mengingatkan agar isu kebersihan lingkungan dan penanganan anak stunting terus menjadi perhatian bersama.
“Sinergi dan kolaborasi lintas sektor harus terus kita perkuat demi keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat Banyusari,” pungkasnya.
Rapat Minggon Kecamatan Banyusari diakhiri dengan doa bersama dan dihadiri unsur camat dan sekcam, Kapolsek, perwakilan Danramil, para kepala desa, trantib, linmas, Damkar, BPBD, PJT, MUI, serta unsur terkait lainnya.***Man/Irwan




























