Memuliakan Manusia dari Ruang Kesehatan: Pesan Bupati Kuningan di Wisuda Perdana Poltekkes KMC
Pendidikan    Kamis 22 Januari 2026    03:02:42 WIBKUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa pembangunan sejati bermula dari upaya memuliakan manusia, dan di titik itulah peran tenaga kesehatan menjadi sangat strategis. Pesan tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi Ke-I Mahasiswa Program Studi Gizi dan Fisioterapi Jenjang Diploma III Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, di Grand Hotel Cordela, Rabu (21/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih luas. Ilmu yang diperoleh para lulusan, menurutnya, adalah amanah yang harus dipersembahkan untuk kemaslahatan masyarakat.
“Ini bukan hanya tentang lulus atau tidak lulus, tetapi tentang lahirnya tanggung jawab baru. Ilmu itu bukan milik pribadi, melainkan amanah sosial,” tegasnya.
Bupati Dian menuturkan, pembangunan tidak cukup diukur melalui capaian infrastruktur atau angka statistik semata. Pembangunan akan bermakna ketika berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan martabat manusia. Dalam konteks tersebut, profesi ahli gizi dan fisioterapis memiliki posisi krusial karena bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ahli gizi, lanjutnya, berperan membangun generasi sehat, cerdas, dan tangguh melalui edukasi serta intervensi gizi seimbang. Sementara fisioterapis menjadi bagian penting dalam memulihkan fungsi tubuh, menumbuhkan kembali harapan, dan mengembalikan produktivitas masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.
“Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan. Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan atas terselenggaranya wisuda perdana yang menjadi tonggak sejarah institusi. Meski tergolong muda, Poltekkes KMC dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam penguatan sumber daya manusia kesehatan di Kabupaten Kuningan.
Penghargaan khusus turut disampaikan kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati. Menurut Bupati, keberhasilan para lulusan hari ini tidak lepas dari doa yang tak pernah putus serta pengorbanan dan kesabaran orang tua yang sering kali luput dari sorotan.
“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada doa yang tidak pernah putus dan pengorbanan yang tak ternilai dari orang tua,” tuturnya.
Bupati Dian juga menyinggung tantangan fiskal dan pembangunan sektor kesehatan yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten Kuningan. Namun demikian, ia optimistis, dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan hadirnya tenaga kesehatan muda yang kompeten dan berintegritas, Kuningan mampu sejajar dengan daerah lain.
Ia berharap Politeknik Kesehatan KMC Kuningan terus berkembang menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan yang unggul secara keilmuan, berkarakter, beretika, serta memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan (YWIM), Drs. H. Momon Rochmana, M.M., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungan yang diberikan, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus. Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar, menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, dan kecintaan terhadap profesi, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dudy Pamuji, S.E., M.Si., unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.***Ading Permana




























