Ribuan Hektare Sawah Terendam, Petani Bekasi Terancam Kehilangan Musim Panen
Peristiwa    Kamis 22 Januari 2026    04:28:30 WIBCIKARANG PUSAT – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/1) dini hari tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga memukul sektor pertanian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 2.087 hektare lahan pertanian terdampak genangan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengungkapkan bahwa genangan yang bertahan selama beberapa hari berpotensi merusak tanaman padi, terutama yang masih dalam masa tanam maupun menjelang panen.
“Sebagian besar lahan yang tergenang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan aliran sungai. Jika air tidak segera surut, risiko gagal panen atau puso sangat besar,” ujar Dodi, Rabu (21/1).
Menurutnya, lahan pertanian yang terdampak banjir tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Pebayuran, Sukakarya, Sukawangi, Cabangbungin, Babelan, Tambun Utara, dan Karang Bahagia. Wilayah-wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Bekasi.
Tak hanya merusak tanaman, banjir juga menghambat aktivitas pertanian. Akses menuju sawah terputus, saluran irigasi meluap, serta alat dan sarana produksi milik petani ikut terendam air.
“Kondisi ini memaksa petani menunda pemupukan, penyiangan, bahkan panen. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini. Jika terjadi gagal panen, petani akan kesulitan modal untuk musim tanam berikutnya dan ini bisa berpengaruh pada ketersediaan beras di tingkat lokal,” jelas Dodi.
Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan rinci terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah pemulihan pascabanjir.
“Pendataan ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, baik berupa benih, pupuk, maupun program pemulihan lainnya, sehingga petani tidak semakin dirugikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Ani Rukmini, memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian legislatif. Ia menyatakan akan membahas dampak banjir terhadap sektor pertanian dalam rapat kerja bersama Dinas Pertanian pada pekan depan.
“Masalah ini akan kami tindaklanjuti dalam rapat kerja dengan Dinas Pertanian agar ada langkah konkret untuk melindungi petani,” kata Ani.***Samsudin




























