Negara Hadir di Tengah Banjir, Bulog Karawang Siap Serap Gabah Petani Tanpa Batas Kualitas
Daerah    Jumat 23 Januari 2026    06:52:11 WIBKarawang - Perum Bulog Kantor Cabang Karawang memastikan kesiapan menyerap gabah petani yang terdampak banjir di sejumlah sentra pertanian Kabupaten Karawang tanpa memberlakukan batasan kadar air maupun kualitas. Kebijakan ini menjadi bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani agar tidak menanggung kerugian akibat penurunan mutu gabah pascabanjir, sekaligus menjaga ketersediaan stok beras di daerah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pemimpin Cabang Bulog Karawang, Umar Said, menegaskan bahwa Bulog tetap membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, termasuk gabah dengan kualitas beragam atau any quality.
“Kami tetap siap membeli gabah petani dengan berbagai kualitas, selama masih layak produksi. Ini adalah wujud kehadiran negara agar petani tidak dirugikan,” ujar Umar, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, gabah yang dapat diserap Bulog adalah gabah yang telah dirontok, melalui proses pascapanen, dan dikemas dalam karung, baik yang disimpan di rumah petani maupun di kelompok tani. Begitu ada laporan gabah siap dibeli, Bulog Karawang akan segera menurunkan tim ke lapangan.
“Selama ini kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, UPTD, penyuluh pertanian, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas di wilayah kerja Bulog Karawang,” ungkapnya.
Untuk mempercepat dan mempermudah proses penyerapan, Bulog Karawang juga menyiapkan layanan call center sebagai saluran informasi panen dari petani. Umar berharap dukungan media daring dapat membantu menyebarluaskan kebijakan tersebut agar diketahui secara luas.
“Kami ingin memastikan seluruh petani mengetahui bahwa Bulog siap menyerap gabah tanpa melihat kualitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Umar menyampaikan bahwa target penyerapan gabah Bulog Karawang pada tahun 2026 ditetapkan lebih dari 170 ton, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Saat ini, cadangan beras pemerintah (CBP) di masing-masing kabupaten/kota berada di angka 100 ton, sementara cadangan beras Pemerintah Daerah Karawang mencapai sekitar 120 ton.
“Adapun total stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Karawang mencapai 130 ribu ton,” jelasnya.
Seperti diketahui, banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Karawang telah merendam ribuan hektare sawah dan berdampak pada penurunan kualitas gabah. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan memasarkan hasil panen dengan harga yang layak.
Kebijakan penyerapan gabah oleh Bulog ini pun mendapat respons positif dari petani karena memberikan kepastian harga serta jaminan pembelian hasil panen. Di sisi lain, kebijakan ini juga memperkuat cadangan beras pemerintah di wilayah Karawang.
Bulog Karawang mengimbau para petani dan kelompok tani agar segera melaporkan hasil panen terdampak banjir melalui penyuluh pertanian maupun aparat desa seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sehingga proses penyerapan dapat berjalan cepat, tertib, dan tepat sasaran.***Emn




























