Dari Balai Desa ke Kandang Ayam, Carnita Buktikan Ternak Ayam Petelur Bisa Hasilkan Omzet Jutaan
Ekonomi    Sabtu 24 Januari 2026    08:17:05 WIBINDRAMAYU – Usaha ternak ayam petelur kian menunjukkan potensinya sebagai peluang bisnis menjanjikan bagi masyarakat pedesaan. Hal itu dibuktikan oleh Carnita, peternak ayam petelur asal Desa Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang sukses meraup omzet jutaan rupiah per hari dari usaha yang telah digelutinya lebih dari satu tahun terakhir.
Menariknya, di balik keberhasilannya mengembangkan usaha peternakan tersebut, Carnita juga mengemban amanah sebagai Kepala Desa Sindang. Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, ia tetap mampu mengelola usaha ternak ayam petelur tanpa mengganggu tugas utamanya sebagai pelayan publik.
Carnita menuturkan, usaha ternak ayam petelur itu dirintis dengan modal awal sekitar Rp120 juta yang berasal dari tabungan pribadinya. Modal tersebut digunakan untuk pembangunan kandang, pembelian bibit ayam, serta pemenuhan kebutuhan pakan selama 40 hari pertama masa pemeliharaan.
“Awalnya saya ingin punya usaha produktif yang bisa dikelola jangka panjang dan sekaligus memberi contoh kepada warga desa bahwa peluang usaha itu ada di sekitar kita,” ujarnya saat ditemui di lokasi peternakan ayam petelurnya di kawasan Embung Jangkar, Desa Sindang, (23/1/2026).
Dalam menjalankan usaha tersebut, Carnita dibantu oleh sang istri sehingga pengelolaan peternakan dapat berjalan secara optimal. Dukungan keluarga, menurutnya, menjadi kunci penting dalam menjaga konsistensi dan keberlanjutan usaha.
Saat ini, jumlah ayam petelur yang dipeliharanya hampir mencapai 2.000 ekor dan telah memasuki masa produksi optimal. Produksi telur per hari sejak sepekan terakhir mencapai sekitar 100 kilogram atau hampir satu kuintal, dengan panen dilakukan satu kali setiap hari.
“Alhamdulillah, produksinya stabil. Seiring bertambahnya jumlah ayam, hasil telur juga ikut meningkat,” kata Carnita.
Untuk pemasaran, hasil panen telur masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar desa. Selain sebagai sumber penghasilan tambahan, langkah tersebut juga bertujuan membantu menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga telur di tingkat lokal.
Usaha ternak ayam petelur yang dijalani Carnita kini tak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi warga Desa Sindang untuk berani mengembangkan potensi usaha di sektor peternakan dan pertanian lokal.***Fikri. R




























