Terpal di Tengah Ancaman Longsor, Harapan Warga Telukbango Kembali Terbentang
Sosial    Sabtu 24 Januari 2026    08:41:41 WIBKarawang – Kepedulian wakil rakyat kembali terasa di tengah kegelisahan warga Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Ancaman longsor pada tanggul sungai yang membelah wilayah desa tersebut mendorong Anggota DPRD Karawang Fraksi Partai NasDem, Dian Salwirani, turun tangan dengan menyalurkan bantuan berupa tiga buah terpal untuk penanganan darurat tanggul longsor, Jumat (23/1/2026).
Bantuan terpal itu diserahkan untuk digunakan sebagai penutup sementara pada bagian tanggul yang mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air. Kondisi tanggul yang rawan longsor sebelumnya menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat hujan deras turun dan debit air sungai meningkat.
Dian Salwirani menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan warga di daerah pemilihannya, Dapil 3 Karawang, yang meliputi wilayah Batujaya dan sekitarnya.
“Ini memang bantuan darurat, tapi sangat penting untuk mencegah kerusakan tanggul semakin parah. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Saya berharap terpal ini bisa membantu sementara sambil menunggu penanganan permanen dari pihak terkait,” ujar Dian Salwirani di sela penyerahan bantuan.
Ia menegaskan akan terus mendorong pemerintah daerah agar perbaikan tanggul dapat segera direalisasikan secara menyeluruh. Menurutnya, persoalan tanggul bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup warga, terutama yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perikanan.
“Kalau tanggul jebol, sawah bisa terendam, rumah warga terancam. Ini harus menjadi perhatian bersama. Saya akan kawal aspirasi ini agar ada solusi jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, bantuan tersebut disambut lega oleh warga setempat. Salah seorang warga Desa Telukbango mengaku bantuan terpal sangat berarti di tengah kondisi darurat yang mereka hadapi.
“Kami sangat berterima kasih. Terpal ini bisa langsung kami pasang untuk menutup bagian tanggul yang rawan. Setidaknya ini mengurangi rasa was-was warga kalau hujan turun,” ungkapnya.
Warga berharap perhatian dari para pemangku kebijakan tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan dilanjutkan dengan pembangunan tanggul permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Dengan adanya bantuan tersebut, semangat gotong royong warga kembali tumbuh. Bersama aparat desa, terpal dipasang sebagai langkah awal menjaga tanggul agar tetap bertahan, sembari menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah.
Di tengah keterbatasan, kepedulian yang hadir tepat waktu menjadi penguat harapan. Bagi warga Telukbango, tiga lembar terpal bukan sekadar bantuan logistik, melainkan simbol bahwa suara mereka masih didengar dan diperjuangkan.***Emn




























