Hujan Tak Henti, Bupati Sumedang Ajak Warga Jaga Alam dan Keselamatan Bersama
Pemerintahan    Minggu 25 Januari 2026    21:10:01 WIBSUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya intensitas hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa kewaspadaan harus menjadi kesadaran bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, guna meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan akibat bencana.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan kerawanan di sejumlah wilayah. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan kawasan dengan sistem drainase yang kurang baik. Keselamatan masyarakat adalah yang utama,” ujar Bupati Dony, Sabtu (24/1/2026).
Selain meningkatkan kewaspadaan, Bupati Dony juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengingatkan agar warga tidak membuang sampah ke sungai, saluran air, maupun drainase, karena dapat menghambat aliran air dan memperbesar risiko banjir saat curah hujan tinggi.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah yang menumpuk di sungai atau saluran air dapat mempersempit aliran dan memicu banjir. Mari kita jaga alam agar alam juga menjaga kita,” tegasnya.
Di tengah musim hujan, Bupati Dony juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, cuaca lembap dan tingginya curah hujan kerap meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti influenza, diare, hingga demam berdarah.
“Masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sakit,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala desa untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing serta meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD, Dinas Kesehatan, aparat kewilayahan, dan relawan kebencanaan, diminta untuk terus diperkuat.
Masyarakat juga diharapkan proaktif melaporkan tanda-tanda awal potensi bencana, seperti retakan tanah, pohon rawan tumbang, atau meningkatnya debit air sungai, agar langkah antisipasi dapat segera dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan kesiapan personel, peralatan, serta sistem penanganan darurat apabila terjadi bencana. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus digencarkan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan perlindungan kesehatan warga selama musim hujan.***Cece Ruhiyat




























