Dari Dapur Umum Karawang, Ribuan Porsi Harapan Mengalir untuk Korban Banjir
Pemerintahan    Senin 26 Januari 2026    04:14:12 WIBKARAWANG – Asap tipis mengepul dari deretan panci besar di dapur umum Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang. Di tengah denting sendok dan nyala kompor yang tak henti, para petugas dan relawan bergerak sigap mengaduk nasi, menyiapkan lauk, hingga mengemas ratusan paket makanan siap santap.
Sejak banjir merendam sejumlah wilayah di Karawang, dapur umum ini menjelma menjadi nadi logistik yang terus berdetak, memastikan kebutuhan dasar para korban tetap terpenuhi.
Minggu (25/1) siang, sekitar pukul 12.30 WIB, aktivitas di dapur masih berlangsung padat. Meski genangan air di beberapa titik mulai surut, permintaan makanan dari lokasi pengungsian tetap tinggi. Dari sinilah, makanan hangat didistribusikan ke warga terdampak.
Sekretaris Dinsos Karawang, Deden Ramli, mengatakan dapur umum langsung beroperasi penuh sejak hari pertama banjir melanda. Desa Karangligar menjadi salah satu wilayah prioritas lantaran jumlah pengungsinya cukup besar.
“Di masa puncak banjir, kami bisa mendistribusikan hingga sekitar 2.000 paket makanan per hari,” ujar Deden.
Seiring kondisi yang berangsur membaik, jumlah distribusi kini mulai menurun. “Seperti di Resinda, tadi pagi kami mengirim sekitar 300 porsi,” tambahnya.
Dari dapur umum ini, bantuan makanan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya posko Karangligar, Resinda, Purwadana, Tanjungpura, Tanjungmekar, hingga kawasan Badami, Karawang Barat, yang terdampak jebolnya tanggul.
Distribusi difokuskan ke wilayah terdekat, sementara daerah yang lebih jauh dibantu oleh dapur swadaya masyarakat. Meski begitu, Deden menegaskan dapur umum Dinsos Karawang tetap siaga jika sewaktu-waktu kembali dibutuhkan.
Menurutnya, dapur umum telah beroperasi selama sekitar dua pekan. Pada fase awal banjir, aktivitas memasak bahkan dilakukan selama 24 jam tanpa henti. Kini, ritme kerja disesuaikan menjadi dua kali memasak dalam sehari, yakni pagi dan siang, dengan tetap menjaga kesiapsiagaan.
“Kualitas makanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” kata Deden. Setiap masakan, lanjutnya, selalu dicek dan dicicipi sebelum dikirim ke pengungsian. Mulai dari bahan baku, peralatan masak, hingga proses pengemasan, semuanya diawasi ketat.
Menu yang disajikan pun bervariasi, mulai dari telur dadar, tempe orek, acar, mi, hingga sarden.
“Kita lakukan quality control. Kita tester dulu, pastikan aman dan layak konsumsi. Jangan sampai ada keracunan,” ujarnya.
Deden menambahkan, semangat para petugas juga tak lepas dari perhatian Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang kerap turun langsung meninjau dapur umum dan posko penanganan banjir.
“Kehadiran pimpinan memberi energi tersendiri bagi kami yang bekerja di balik layar. Jadi lebih giat lagi membantu korban,” katanya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh bantuan dapat diterima warga terdampak secara merata.
“Bismillah, kita lalui permasalahan ini dengan lapang dada. Pemerintah Kabupaten Karawang akan terus berikhtiar menyelesaikan persoalan, khususnya banjir, satu per satu,” tegas Aep.***Emn




























