Bocah 11 Tahun di Cianjur Tewas Tertimpa Tower Roboh Saat Angin Kencang Melanda
Peristiwa    Senin 26 Januari 2026    03:03:36 WIBCIANJUR – Petang Sabtu (24/1/2026) berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di Kampung Cipicung, Desa Girimukti, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa tower telekomunikasi setinggi sekitar 60 meter yang roboh diterjang angin kencang.
Korban berinisial MRP (11) saat itu tengah bermain di halaman rumahnya. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, konstruksi besi raksasa yang berdiri tak jauh dari permukiman warga mendadak ambruk, menimpa korban yang tak sempat menyelamatkan diri.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia menyebut robohnya tower bukan hanya merenggut satu nyawa, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
“Korban tertimpa besi tower yang roboh akibat terjangan angin kencang dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar Iwan saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Selain korban jiwa, BPBD mencatat sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan tower.
Sementara itu, Kapolsek Tanggeung AKP Dedi Suryaman mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka sangat fatal.
“Korban mengalami luka berat di bagian kepala serta patah tulang pada tangan kiri dan kaki kanan,” kata Dedi.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan teknis untuk memastikan penyebab pasti robohnya tower. Meski kuat dugaan dipicu angin kencang, polisi tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain.
“Selain faktor cuaca ekstrem, kami masih mendalami apakah ada unsur kelalaian. Dari hasil awal, diketahui tali sling yang menopang tower juga putus,” tegasnya.
BPBD Cianjur mencatat, insiden ini bukan satu-satunya dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada hari yang sama. Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang dan tiang listrik roboh di Kecamatan Curang dan Kecamatan Tanggeung, yang sempat melumpuhkan akses transportasi warga.
“Di dua kecamatan tersebut, akses jalan sempat tertutup total, namun kini sudah berhasil ditangani,” jelas Iwan.
Menyikapi kondisi cuaca yang masih belum stabil, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di dekat pohon besar, tiang listrik, maupun tower yang rawan roboh saat angin kencang,” pungkasnya.***Dede Ruhyana




























