Habbina
Harga Melonjak, Pedagang Daging di Cianjur Pilih Berhenti Sejenak
0 Komentar 127 pembaca

Harga Melonjak, Pedagang Daging di Cianjur Pilih Berhenti Sejenak

Ekonomi

CIANJUR-Riuh aktivitas di los daging Pasar Induk Cianjur mendadak terhenti. Tak terdengar lagi bunyi pisau beradu dengan papan telenan, tak pula terlihat gantungan daging segar yang biasa memenuhi lapak. Pemandangan serupa terjadi di Pasar Muka dan Pasar Cipanas.

Sejak Minggu (25/1/2026), puluhan pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur kompak menghentikan aktivitas jual beli. Aksi mogok ini menjadi bentuk protes atas lonjakan harga daging dari tingkat distributor yang dinilai kian menekan pedagang kecil.

Mogok massal tersebut direncanakan berlangsung selama dua hari, hingga Senin (26/1). Para pedagang mengaku berada di posisi serba sulit: modal terus membengkak, sementara daya beli masyarakat justru merosot.

Endang Sunarya (58), pedagang daging di Pasar Induk Cianjur, mengatakan harga daging sapi kini telah melampaui batas toleransi pasar. Harga eceran saat ini berada di kisaran Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram.

“Mulai Minggu sampai Senin ini kami semua sepakat mogok berjualan. Harga daging sapi terus naik, kami sudah tidak sanggup,” ujar Endang, Minggu (25/1/2026).

Alih-alih mendatangkan keuntungan, kenaikan harga justru menjadi pukulan bagi pedagang. Endang menuturkan, omzet merosot tajam karena pembeli semakin berkurang.

“Lebih baik harga murah tapi pembeli banyak. Untung kami itu dari jumlah daging yang terjual. Kalau mahal, pembeli sepi. Mau harga setinggi apa pun, untungnya tetap segitu,” keluhnya. Ia menyebut harga ideal berada di kisaran Rp 120.000 hingga Rp 130.000 per kilogram.

Menurut para pedagang, lonjakan harga bermula dari Rumah Potong Hewan (RPH). Dalam dua bulan terakhir, harga sapi hidup naik signifikan, dari Rp 51.000 per kilogram menjadi Rp 55.000 hingga Rp 61.000 per kilogram.

“Begitu disembelih dan dijual ke pedagang, otomatis harganya ikut naik. Kami tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga,” tambah Endang.

Ia pun memberi peringatan, tanpa intervensi nyata dari pemerintah, aksi mogok berjualan berpotensi diperpanjang.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskuperdagin) mengaku telah memantau situasi tersebut. Sekretaris Diskuperdagin, Wahyu Ginanjar, membenarkan bahwa mogok terjadi secara serentak di sejumlah pasar utama.

“Yang terpantau mogok dagang itu pedagang di Pasar Induk Cianjur, Pasar Muka, dan Pasar Cipanas. Kami akan cek juga pasar lainnya,” ujarnya.

Pihak dinas menyebut telah melakukan pendekatan persuasif agar pedagang tetap berjualan demi menjaga pasokan pangan. Namun, kenaikan harga sapi hidup dinilai berada di luar kendali pemerintah daerah.

“Kami sudah berkomunikasi dan membujuk agar tetap berjualan. Tapi karena harga sapi hidup memang naik dan dianggap merugikan pedagang, akhirnya aksi mogok ini terjadi hingga Senin,” kata Wahyu.***Dede Ruhyana

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top