Sumedang Gandeng BRIN, Perkuat Tata Kelola Air dan Mitigasi Bencana Berbasis Teknologi
Pemerintahan    Jumat 30 Januari 2026    02:14:47 WIBSUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat transformasi pembangunan berbasis data dan teknologi. Kali ini, Pemkab Sumedang menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengelolaan sumber daya air, mitigasi bencana, serta perizinan berbasis sains dan teknologi.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Kamis (29/1/2026).
Perwakilan BRIN, Arif Rachman, mengungkapkan bahwa BRIN memiliki sejumlah inovasi strategis yang relevan untuk diterapkan di Kabupaten Sumedang. Di antaranya aplikasi Water Test Analysis serta konsep Smart and Sustainable Water System yang mampu menganalisis kualitas air sekaligus memproyeksikan kondisi sumber daya air secara komprehensif.
“Aplikasi ini sangat potensial untuk mendukung antisipasi bencana hidrometeorologi, khususnya bagi BPBD, sekaligus menjadi bagian dari tim verifikasi dalam proses analisis perizinan, baik perumahan, pemanfaatan sumber air, maupun kepentingan investasi,” ujar Arif.
Selain itu, BRIN juga telah memiliki peta dan data lapangan di wilayah Sumedang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah. Data tersebut, lanjut Arif, dapat digunakan dalam penyusunan zonasi pengembangan wilayah, termasuk pengelolaan dan pemanfaatan air secara real time melalui aplikasi Waterrys.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola air yang cerdas dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana berbasis hidrometeorologi,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti, menyambut baik rencana penerapan berbagai inovasi dari BRIN. Menurutnya, pemanfaatan teknologi berbasis data dan analisis ilmiah sangat dibutuhkan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami melihat aplikasi ini sangat relevan dengan kebutuhan Sumedang, terutama dalam pengelolaan sumber daya air, antisipasi bencana, serta mendukung proses perizinan yang akuntabel dan berbasis data,” kata Tuti.
Ia menegaskan, Pemkab Sumedang siap menindaklanjuti hasil audiensi tersebut melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Bappeda, BPBD, serta dinas teknis terkait. Penerapan teknologi akan dilakukan secara bertahap melalui skema living lab.
“Dengan teknologi ini, kami berharap proses perencanaan wilayah, pengendalian pemanfaatan air, hingga perlindungan masyarakat dan investor dapat dilakukan secara lebih transparan dan real time,” ujarnya.
Tuti menilai, kerja sama dengan BRIN menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi Sumedang menuju daerah yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.***Cece Ruhiyat




























