Belajar dari Bandar Lampung, Sumedang Perkuat Sinergi Pembangunan Antar Daerah
Pemerintahan    Jumat 30 Januari 2026    02:04:35 WIBSUMEDANG – Upaya mempercepat pembangunan daerah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Salah satunya melalui kunjungan kerja Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, ke Pemerintah Kota Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026).
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Eka Ganjar Kurnia serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Wudan Lukmanul Hakim, kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana bertukar pengalaman pembangunan, khususnya di sektor pariwisata, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan.
Rombongan Pemkab Sumedang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Fajar menyampaikan ketertarikan Kabupaten Sumedang untuk mempelajari sejumlah praktik baik yang telah diterapkan Pemkot Bandar Lampung, terutama dalam pengembangan pariwisata dan penciptaan iklim investasi yang kondusif.
“Sumedang memiliki potensi alam yang besar. Namun, perlu penguatan branding daerah serta kemudahan investasi agar potensi tersebut dapat berkembang dan menarik minat investor,” ujar Fajar.
Ia berharap kunjungan kerja ini tidak berhenti sebatas diskusi, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret antar daerah demi mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi antara Kabupaten Sumedang dan Kota Bandar Lampung dapat terus terjalin dan saling menguatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah diraih daerahnya. Di antaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mencapai 81,26, pelaksanaan program pendidikan gratis, bantuan perlengkapan sekolah dan beasiswa, hingga layanan kesehatan gratis bagi seluruh warga ber-KTP Bandar Lampung.
Di sektor lingkungan hidup, Iwan menjelaskan bahwa produksi sampah harian di Kota Bandar Lampung hampir mencapai 1.000 ton per hari. Pengelolaannya dilakukan melalui penguatan armada dan sumber daya manusia, serta rencana penerapan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028.
Adapun di sektor pariwisata, Kota Bandar Lampung mencatat kunjungan wisatawan lebih dari 3 juta orang setiap tahun. Capaian tersebut ditopang oleh beragam destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner, serta penyelenggaraan event berskala besar yang turut mendorong pertumbuhan investasi dan sektor perhotelan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat peran kerja sama antar daerah dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.***Cece Ruhiyat




























