Pesona Budaya Sumedang Memikat Delegasi Kuwait, Buka Peluang Kerja Sama Global
Pemerintahan    Minggu 01 Februari 2026    00:09:55 WIBSUMEDANG - Kekayaan seni tradisional khas Sumedang berhasil memukau para investor serta delegasi Kedutaan Besar Negara Kuwait saat berkunjung ke Geoteater Rancakalong, Sabtu (31/1/2026). Beragam pertunjukan budaya ditampilkan dengan penuh khidmat, mulai dari tarian Tarawangsa dan Tari Wayang, atraksi pencak silat, alunan genggong, hingga lantunan pupuh yang sarat filosofi Sunda.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima langsung rombongan yang dipimpin Kuwait Business Leader, Husain Ali Alrasid. Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis di berbagai bidang.
Husain mengaku terkesan dengan sambutan hangat serta kekayaan tradisi yang ditampilkan masyarakat Sumedang. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang tercermin dalam setiap pertunjukan menjadi gambaran kuat tentang identitas budaya daerah.
“Ini bukan pertama kalinya saya berkunjung ke Indonesia, tetapi kunjungan ke Sumedang menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya,” ujarnya.
Ia menilai keramahan masyarakat Indonesia, khususnya Sumedang, mencerminkan karakter bangsa dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang terbuka terhadap para pendatang.
“Hari ini kami melihat langsung bahwa masyarakat Sumedang sangat ramah, terbuka, dan menyambut orang asing dengan penuh kehangatan. Kami siap menjalin kerja sama,” kata Husain.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dony dan seluruh masyarakat Sumedang atas sambutan yang diberikan. “Terima kasih kepada Bapak Dony dan masyarakat Sumedang yang telah menerima kami dengan sangat baik,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Dony menjelaskan bahwa Geoteater Rancakalong dibangun sebagai ruang ekspresi untuk menjaga sekaligus memperkenalkan seni tradisi Sumedang kepada khalayak luas, termasuk tamu mancanegara.
“Geoteater ini kami hadirkan sebagai wadah pelestarian seni dan budaya lokal. Di sinilah identitas Sumedang kami rawat dan kami perkenalkan kepada dunia,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan geoteater tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertunjukan, tetapi juga sebagai media edukasi budaya yang mampu menjembatani pertemuan antara tradisi lokal dan kerja sama global.
Pemerintah Kabupaten Sumedang, lanjut Dony, terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, baik di sektor investasi, pengembangan ekonomi, pendidikan, maupun kebudayaan. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama konkret dan berkelanjutan.
“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga berlanjut pada kerja sama yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Sumedang ke depan,” pungkasnya.***Cece Ruhiyat




























