Belajar Melayani dari Desa: 485 Praja IPDN Mengabdi di Sumedang
Pendidikan    Sabtu 07 Februari 2026    01:40:15 WIBSUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut kehadiran ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam kegiatan Bhakti Karya Praja (BKP) Satuan Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun Akademik 2025–2026, yang resmi dibuka di Lapangan Upacara PPS, Jumat (6/2/2025).
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, yang menandai dimulainya pengabdian 485 praja bersama 119 induk semang di tiga wilayah, yakni Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang Selatan, dan Cimalaka. Program ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Februari hingga 6 Maret 2026.
Sekda Tuti menegaskan, kehadiran para praja IPDN merupakan kehormatan sekaligus bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kehadiran 485 praja bersama 119 induk semang adalah penguatan kolaborasi yang sangat berarti bagi Sumedang. Ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi pembelajaran langsung yang menyentuh kehidupan masyarakat,” ujar Tuti.
Ia menyampaikan, BKP menjadi ruang belajar kontekstual bagi para praja untuk memahami persoalan riil di lapangan, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan kepemimpinan publik sejak dini. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah “Sumedang Simpati: Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, yang bertumpu pada data akurat, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, Tuti juga mendorong para praja berperan aktif mendukung berbagai program strategis daerah, seperti Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), Sumedang Bebas Sampah, serta penguatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap pajak daerah.
“Kami berharap kehadiran para praja menjadi energi positif yang memberi manfaat nyata. Tidak hanya belajar tata kelola pemerintahan, tetapi juga belajar empati, integritas, dan keikhlasan dalam melayani. Karena menjadi aparatur negara sejatinya adalah tentang pengabdian, bukan jabatan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IPDN, Hyronimus Rowa, menegaskan bahwa Rektor IPDN Halilul Khairi mengarahkan agar seluruh praja bekerja secara disiplin, terukur, dan menghasilkan data yang berkualitas.
Ia menekankan pentingnya proses pendataan yang dilakukan secara door to door, teliti, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pendataan tidak boleh asal cepat. Data harus dicek ulang sebelum diinput dan diunggah ke sistem. Ketelitian dan kecepatan harus berjalan beriringan,” tegas Hyronimus.
Menurutnya, hasil dari Bhakti Karya Praja diharapkan mampu memberikan kontribusi konkret bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang, terutama dalam penyempurnaan basis data dan dukungan terhadap program pembangunan strategis yang berkelanjutan.***Cece Ruhiyat




























