Ramadan sebagai Ruang Pendidikan Karakter dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan    Selasa 10 Februari 2026    03:53:04 WIBSUMEDANG-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang menggelar Tarhib Ramadan 1447 Hijriah di Gedung Negara Sumedang, (9/2/2026). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh makna, sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur persyarikatan.
Acara tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ulhaq. Kehadirannya menjadi perhatian tersendiri, mengingat Tarhib Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai seremoni menyambut bulan suci, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya Muhammadiyah, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan elemen masyarakat yang konsisten dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Dony juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Sumedang, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 75,5, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta penguatan berbagai program pembangunan berbasis data.
“Hadirnya Wakil Menteri Pendidikan di Tarhib Ramadan Muhammadiyah Sumedang ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dony.
Puncak acara diisi dengan tausiah Tarhib Ramadan oleh Fajar Riza Ulhaq. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa Tarhib Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, dalam menyambut bulan suci. Ramadan, kata dia, bukan sekadar ritual ibadah, melainkan proses pendidikan karakter yang membentuk akhlak sosial dan pengendalian diri.
Fajar juga mengaitkan nilai-nilai Ramadan dengan gerakan nasional Indonesia Asri, Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Ia menyoroti pentingnya membangun budaya bersih, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta pola hidup sehat sebagai bagian dari praktik keimanan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, selaras dengan berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Ramadan harus menjadi sarana pendidikan yang membentuk karakter, memperkuat kesadaran sosial, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Fajar.
Melalui Tarhib Ramadan ini, Muhammadiyah Sumedang menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berdaya, sekaligus responsif terhadap tantangan sosial dan lingkungan.***Cece Ruhiyat




























