Menapak Jejak Leluhur, Majalengka Meneguhkan Jati Diri di Usia 186 Tahun
Pemerintahan    Selasa 10 Februari 2026    18:59:41 WIBMajalengka-Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Kirab Budaya dan Ziarah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang lahirnya daerah berjuluk Kota Angin tersebut. Kegiatan yang sarat makna ini dipimpin langsung oleh Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, dan berlangsung khidmat pada Selasa (10/2).
Kirab budaya yang melibatkan unsur pemerintahan daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen budaya lokal ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk menengok kembali perjalanan sejarah Majalengka, sekaligus meneguhkan kembali jati diri dan arah pembangunan daerah ke depan.
Momentum ini terasa semakin istimewa menyusul penetapan 11 Februari 1840 sebagai hari lahir resmi Kabupaten Majalengka. Penetapan tersebut merupakan hasil kajian akademis mendalam yang dilakukan untuk meluruskan catatan sejarah, sekaligus memperkuat legitimasi identitas daerah di tengah dinamika zaman. Langkah ini dinilai penting agar generasi hari ini dan mendatang memiliki pijakan sejarah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam sambutannya, Bupati H. Eman Suherman menegaskan bahwa menghormati sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi merupakan modal fundamental dalam membangun masa depan daerah. Menurutnya, daerah yang kuat adalah daerah yang mengenal akar sejarahnya, menghargai perjuangan para pendahulunya, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai luhur tersebut ke dalam kebijakan serta pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Sejarah adalah fondasi. Dari sanalah lahir karakter, semangat persatuan, dan visi bersama untuk mewujudkan Majalengka yang sejahtera, aman, dan berkarakter,” ujar Bupati.
Ziarah ke makam para leluhur dan tokoh pendiri Majalengka menjadi penutup rangkaian kegiatan. Dalam suasana penuh khidmat, doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pendiri yang telah meletakkan dasar bagi berdirinya Kabupaten Majalengka.
Kehadiran lengkap seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda dalam kegiatan ini menjadi simbol kuatnya soliditas dan sinergi antar elemen pemerintahan. Kebersamaan tersebut mencerminkan tekad kolektif untuk terus melangkah seiring, membangun Majalengka menuju daerah yang semakin maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal Majalengka yang Langkung Sae.
Di usia ke-186 tahun, Majalengka tidak hanya merayakan pertambahan usia, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga warisan sejarah, memperkuat identitas, dan melanjutkan perjuangan para leluhur demi masa depan daerah yang lebih baik.***Abah Ojo




























