Tangis di Balik Oplosan, Bupati Subang Nyatakan Perang Tanpa Kompromi
Peristiwa    Kamis 12 Februari 2026    22:15:05 WIBSUBANG - Duka menyelimuti Kabupaten Subang. Sembilan orang dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras oplosan. Tragedi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan kisah pilu tentang keluarga yang kehilangan ayah, suami, dan tulang punggung kehidupan.
Di tengah suasana haru di RSUD Subang, Rabu malam (11/2/2026), Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Namun, di balik empati itu, tersimpan kemarahan dan tekad kuat untuk bertindak tegas.
“Saya ucapkan turut belasungkawa untuk para korban miras oplosan. Saya ingin menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Subang, mari kita saling menyayangi diri kita sendiri. Sebelum menyayangi orang lain, jaga diri kita dan hindari mengonsumsi hal-hal yang bisa membuat hilang kesadaran atau keracunan, salah satunya miras oplosan ini,” tegas Reynaldy, didampingi Direktur RSUD Subang dr. Achmad Nasuhi saat ditemui awak media.
Menurutnya, tragedi ini sangat memilukan karena meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Anak-anak harus kehilangan sosok ayah, istri kehilangan suami semua akibat minuman berbahaya yang seharusnya tidak pernah dikonsumsi.
“Jangan sampai ada kasus terulang ke depan. Jangan sampai ada masyarakat yang kehilangan nyawa hanya karena mengonsumsi minuman yang tidak seharusnya,” ujar Kang Rey, sapaan akrabnya.
Tak ingin tragedi serupa kembali terjadi, Bupati Reynaldy langsung mengeluarkan instruksi tegas. Ia memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penyisiran total terhadap penjual miras ilegal di seluruh wilayah Subang.
“Saya sudah instruksikan Satpol PP untuk segera menyisir. Memang sudah sering kita lakukan, tapi penjual ini kadang lebih pintar. Di depan tokonya tutup, di belakangnya masih jualan, kadang sembunyi-sembunyi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kali ini tidak ada ruang kompromi.
“Mulai besok disisir semua wilayah yang menjual minuman beralkohol dan oplosan. Tidak ada kompromi. Kita tegas, karena saya tidak ingin ada masyarakat saya meninggal lagi,” tandasnya.
Bupati juga mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres Subang untuk memburu dan menindak tegas para pelaku peredaran miras oplosan.
Tragedi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Di tengah duka yang masih terasa, Subang kini berdiri di persimpangan: membiarkan peredaran miras oplosan terus merenggut korban, atau benar-benar memutus mata rantainya.
Pemerintah Kabupaten Subang memilih yang kedua perang tanpa kompromi.***Red Ahas




























