Di Tengah Lahan Terbatas, Kota Sukabumi Kejar Ketahanan Pangan 2027
Pemerintahan    Sabtu 14 Februari 2026    04:40:00 WIBKOTA SUKABUMI – Perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga minimnya regenerasi petani menjadi tantangan nyata yang dihadapi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) tahun 2027.
Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Adrian Hariadi, mengatakan ketiga isu tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan sektor pangan dan pertanian di Kota Sukabumi.
Hal itu disampaikan Adrian dalam Forum Perangkat Daerah DKP3 yang digelar pada 13 Februari 2026. Menurutnya, untuk merespons dinamika tersebut, pihaknya menetapkan sejumlah target strategis pada 2027, di antaranya peningkatan indeks ketahanan pangan, angka kecukupan gizi, serta produktivitas sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Penyusunan Renja ini juga memperhatikan arahan pemerintah pusat yang mendorong daerah meningkatkan produktivitas pertanian demi mewujudkan swasembada pangan,” ujar Adrian saat diwawancarai.
Ia menegaskan, keterbatasan lahan menjadi tantangan utama. Saat ini, lahan pertanian yang tersedia di Kota Sukabumi hanya mampu mencukupi sekitar 30 persen kebutuhan pangan masyarakat.
Meski demikian, Adrian memastikan pihaknya tetap berupaya maksimal. Salah satu strategi yang ditempuh adalah meningkatkan indeks pertanaman, yakni mengoptimalkan pola tanam agar lahan yang terbatas dapat menghasilkan produksi lebih tinggi.
“Kalau dari sisi lahan yang kita miliki, hanya bisa mencukupi 30 persen kebutuhan pangan. Tapi kita tetap support karena Kementerian Pertanian ingin ada peningkatan indeks pertanaman. Dengan pola tanam yang maksimal, produksinya bisa meningkat,” jelasnya.
Selain merespons arahan pusat, DKP3 juga mengakomodasi 35 usulan masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Usulan tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan program kerja agar kebijakan yang diambil tetap selaras dengan kebutuhan riil warga.
Ke depan, Pemkot Sukabumi berharap strategi peningkatan produktivitas berbasis optimalisasi lahan dan penguatan sektor hulu-hilir mampu menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim dan menyusutnya lahan pertanian di wilayah perkotaan.
Di tengah ruang yang kian sempit, Kota Sukabumi berupaya memastikan satu hal tetap luas: harapan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.***Dadan Sundana
























