Jembatan Curug Diresmikan, Asa Baru Mobilitas Warga Klari–Ciampel
Pemerintahan    Sabtu 14 Februari 2026    04:04:38 WIBKARAWANG – Senyum warga Kecamatan Klari dan Ciampel mengembang saat Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, meresmikan Jembatan Curug, Jumat (13/2). Jembatan sepanjang 533 meter yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp60 miliar dari APBN itu kini resmi beroperasi, membuka harapan baru bagi kelancaran mobilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Karawang.
Peresmian tersebut menandai difungsikannya infrastruktur strategis yang menghubungkan Klari dan Ciampel, sekaligus memperkuat akses lintas kabupaten menuju Purwakarta. Selama ini, warga kerap menghadapi kepadatan dan keterbatasan akses yang berdampak pada waktu tempuh serta distribusi barang.
Dalam sambutannya, Aep menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atas dukungan dan realisasi pembangunan jembatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun jembatan ini. Infrastruktur ini sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Aep.
Menurutnya, Jembatan Curug bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan pelayanan publik. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan terjadi efisiensi waktu tempuh, penurunan biaya logistik, serta peningkatan aktivitas industri dan perdagangan di koridor Klari–Ciampel hingga jalur menuju Purwakarta.
Karawang dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan menarik investasi baru. Kehadiran Jembatan Curug diharapkan mampu menjadi simpul penting yang memperlancar arus barang dan tenaga kerja.
Aep juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
“Kami juga berharap agar jalan-jalan milik pusat di Kabupaten Karawang ini dapat segera diatasi, sehingga konektivitas yang sudah terbangun bisa semakin optimal,” katanya.
Bagi warga sekitar, jembatan ini bukan hanya penghubung dua wilayah, tetapi simbol percepatan pembangunan yang dinantikan. Kini, dengan bentang 533 meter yang kokoh membelah aliran sungai, Jembatan Curug menjadi penanda babak baru konektivitas Karawang.***Red Emn



























