Di Tengah Duka Kontainer Maut, Bupati Aep Janjikan Pekerjaan untuk Anak Korban dan Tutup Permanen Jalur Curam
Peristiwa    Selasa 17 Februari 2026    03:30:47 WIBKARAWANG – Duka masih menyelimuti Perumahan CKM, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Senin (16/2) malam. Di rumah sederhana yang menjadi tempat persemayaman korban kecelakaan kontainer maut, langkah Aep Syaepuloh terasa pelan dan penuh empati.
Didampingi sang istri, Vida Syaepuloh, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Karawang, Aep hadir bukan sekadar untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membawa komitmen nyata bagi keluarga yang ditinggalkan. Kehadirannya disambut haru oleh pihak keluarga korban yang kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta.
Di tengah suasana duka, perhatian Aep tertuju pada Sifaul Iiiati Nur Alawiyah (19), anak tertua dalam keluarga tersebut yang kini memikul tanggung jawab besar untuk dua adiknya yang masih kecil. Tanpa ragu, ia menyatakan komitmennya untuk membantu masa depan gadis itu.
“Saya akan masukkan coba keinginannya ingin masuk kerja. Insya Allah kita akan berikan tempat pekerjaan yang lebih baik. Ya minimal jadi ada penopang untuk keluarga,” ujar Aep, suaranya tegas namun sarat empati.
Janji itu menjadi secercah harapan di tengah kehilangan. Bagi Sifaul, bantuan pekerjaan bukan hanya soal penghasilan, melainkan tentang keberlanjutan hidup dan pendidikan kedua adiknya.
Tak berhenti pada bantuan sosial, Aep juga menegaskan langkah tegas pemerintah daerah dalam mencegah tragedi serupa. Ia memastikan akses jalan turunan yang menjadi lokasi kecelakaan akan ditutup permanen karena dinilai terlalu curam dan berisiko tinggi.
“Bahwa jalan itu akan hari ini kita tutup permanen. Karena memang di situ sangat curam juga,” tegasnya.
Sebagai solusi, pemerintah akan membangun jalur alternatif khusus kendaraan roda dua di sisi seberang jalan. Meski masih berupa tanah, jalur tersebut akan ditingkatkan menjadi jalan permanen sepanjang kurang lebih 200–300 meter dan ditargetkan rampung tahun ini.
“Insya Allah kita kerjakan di tahun sekarang juga. Jadi harapan kami tentunya masyarakat juga jangan misalkan ini ditutup, kenapa begini-begini. Ya sudah lah, muter sedikit pun tidak ada masalah. Yang penting semuanya juga selamat,” tambahnya.
Menurut Aep, tragedi kontainer maut ini harus menjadi pengingat keras bagi semua pihak, terutama pengemudi kendaraan bertonase besar agar tidak memaksakan diri di jalur berbahaya.
“Saya berharap mudah-mudahan ini juga menjadi pelajaran untuk kita semuanya. Keluarga yang ditinggalkan juga bisa diberikan ketabahan, dan kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di sini yang sangat luar biasa guyub,” ujarnya.
Di balik keputusan administratif dan janji pembangunan, kunjungan malam itu menyiratkan satu pesan penting: kehadiran negara harus terasa saat warganya berduka. Dan di Majalaya, di rumah kecil yang dipenuhi air mata, harapan perlahan kembali disemai.***Red Emn
























