Ramadan Hijau di Karawang, Sekolah Tanamkan Cinta Ibadah dan Cinta Lingkungan
Pendidikan    Rabu 25 Februari 2026    05:03:43 WIBKARAWANG – Suasana Ramadan tahun ini terasa berbeda di ruang-ruang kelas Kabupaten Karawang. Tak hanya lantunan tadarus dan salat dhuha berjamaah, para siswa juga tampak sibuk memunguti sampah, merawat tanaman, hingga menanam pohon di halaman sekolah.
Melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang Nomor 400.3/378/Disdikbud, seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD hingga SMP diwajibkan melaksanakan kegiatan pendidikan karakter ekologi atau pesantren ekologi selama Ramadan 1447 Hijriah, mulai 23 Februari hingga 16 Maret 2026.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menjelaskan bahwa pesantren ekologi merupakan model pembelajaran yang memadukan nilai keagamaan dengan edukasi lingkungan hidup.
“Pesantren ekologi adalah kegiatan pendidikan karakter yang menggabungkan pembinaan spiritual dengan kesadaran menjaga lingkungan. Siswa tidak hanya belajar ibadah secara teori, tetapi juga memahami bahwa merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan nilai ibadah,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Menurut Wawan, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk membentuk kebiasaan positif peserta didik. Nilai kedisiplinan, kepedulian, dan kesederhanaan yang tumbuh selama berpuasa dinilai sejalan dengan semangat menjaga kelestarian lingkungan.
Beragam kegiatan digelar di sekolah, mulai dari kajian keagamaan, gerakan kebersihan, pengelolaan dan pemilahan sampah, penanaman pohon, hingga edukasi pengurangan penggunaan plastik. Seluruh aktivitas dirancang tetap edukatif dan menyesuaikan kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Di SDN Karawang Wetan I, misalnya, kegiatan diawali dengan pembiasaan ibadah seperti salat dhuha berjamaah, dzikir, dan tadarus Al-Qur’an. Setelah itu, siswa mengikuti materi lingkungan yang dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman.
Para siswa diajak berdiskusi tentang kebersihan sebagai bagian dari iman, mempraktikkan menjaga kebersihan sekolah, serta melakukan aksi nyata seperti membersihkan lingkungan dan merawat tanaman. Beberapa kelas bahkan melakukan penanaman pohon dan pembiasaan memilah sampah sebagai implementasi langsung materi yang dipelajari.
Kepala SDN Karawang Wetan I, Yeni Mulyani, menilai pendekatan praktik menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Melalui kegiatan ini siswa menjadi lebih sadar bahwa menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan menghemat air adalah bagian dari ibadah. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya dalam kegiatan sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, pembelajaran dikemas sesuai usia sekolah dasar dengan mengaitkan aktivitas lingkungan pada dalil Al-Qur’an dan hadis sederhana, sehingga nilai spiritual dan tanggung jawab sosial tumbuh secara bersamaan.
Program pesantren ekologi Ramadan ini diharapkan tak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi budaya positif yang terus diterapkan siswa, baik di sekolah maupun di rumah. Di tengah tantangan perubahan iklim dan persoalan sampah yang kian kompleks, langkah kecil dari ruang kelas di Karawang ini menjadi harapan lahirnya generasi yang tak hanya taat beribadah, tetapi juga peduli pada bumi yang mereka pijak.***Red Emn
























