Diserbu Sejak Dini Hari, Kuota Mudik Gratis Karawang Ludes dalam Dua Jam
Daerah    Rabu 25 Februari 2026    05:20:46 WIBKARAWANG - Antusiasme warga menyambut program Mudik Gratis Ramadan di Kabupaten Karawang begitu tinggi. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, kuota yang disediakan pemerintah daerah langsung habis dalam waktu kurang dari dua jam.
Program yang digagas Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang itu menyediakan 15 unit bus dengan total kapasitas 810 penumpang. Seluruh kursi untuk 13 kota tujuan mudik ludes terdaftar pada Rabu (24/2/2026) pagi.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Karawang, Yunus Kusriwanto, mengatakan lonjakan pendaftar sudah terlihat bahkan sebelum loket resmi dibuka pukul 08.00 WIB.
“Sejak pagi ribuan warga sudah mengantre. Bahkan ada yang datang sejak pukul 01.00 WIB dan sahur di lokasi demi mendapatkan nomor antrean,” ujarnya.
Rute Solo dan Yogyakarta menjadi yang paling cepat penuh. Disusul kemudian jurusan Purwokerto dan Semarang sebagai kuota terakhir yang terisi sekitar pukul 10.00 WIB.
Adapun 13 daerah tujuan mudik gratis tahun ini meliputi Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, Garut, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Purwokerto, Solo, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Yunus memastikan tidak ada penambahan kuota untuk tahun ini. Namun, pihaknya akan membuka daftar ulang pada 3–4 Maret 2026. Jika terdapat peserta yang membatalkan keberangkatan, kursi tersebut akan dialihkan kepada warga yang sudah masuk daftar tunggu. Keberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026.
“Tidak ada penambahan kuota. Kalau ada yang batal, akan kami berikan kepada masyarakat yang sudah terdaftar di waiting list,” katanya.
Bagi sebagian warga, program ini menjadi harapan besar untuk bisa pulang kampung tanpa terbebani biaya transportasi yang kerap melonjak saat musim mudik.
Nur Ajiyani, warga Telukjambe Timur, mengaku belum berhasil mendapatkan kuota tujuan Tegal. Ia datang sejak pagi, namun tetap harus pulang dengan tangan kosong.
“Kuotanya sudah penuh. Katanya nanti kalau ada yang batal akan dikabari. Saya memang rencana mau mudik ke Tegal,” tuturnya.
Ia menyebut, ini bukan kali pertama dirinya mencoba mendaftar. Namun keberuntungan belum berpihak. Meski demikian, ia tetap berharap bisa masuk daftar tunggu.
“Program ini sangat membantu, apalagi kami punya anak kecil. Kalau ke terminal suka kehabisan tiket dan lebih ribet. Rencananya kami berangkat bertiga,” ujarnya.
Program mudik gratis memang selalu menjadi magnet tiap Ramadan. Di tengah naiknya harga tiket dan kebutuhan Lebaran, kesempatan pulang kampung tanpa biaya menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat kecil meski tak semua bisa langsung mendapatkan tempat.***Red Emn
























