Genteng Jatiwangi Naik Kelas, Rumah Rakyat Lebih Sejuk
Daerah    Minggu 01 Maret 2026    20:41:15 WIBMAJALENGKA – Dari sentra industri tanah liat di Jatiwangi, harapan baru bagi rumah rakyat mulai dibentuk. Harga genteng Rp4.300 per unit resmi disepakati dalam pelaksanaan Program Gentengisasi di Jawa Barat, membuka jalan bagi produsen lokal Majalengka menjadi pemasok utama rumah subsidi dan penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Langkah ini bukan sekadar pengadaan material bangunan. Pemerintah ingin sentra genteng Jatiwangi naik kelas, masuk dalam rantai pasok perumahan nasional secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi industri kecil dan menengah di daerah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait—yang akrab disapa Ara—menegaskan program ini dirancang untuk memperkuat industri lokal sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
“Program ini bukan charity. Ini program kualitas dan keberlanjutan. UMKM harus naik kelas, industrinya kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin multiplier effect-nya terasa. Masyarakat senang, industri tumbuh,” ujar Ara, Sabtu (28/2/2026).
Kesepakatan harga Rp4.300 berlaku hingga lokasi proyek di wilayah Jawa Barat. Skema ini memberi kepastian pasar sekaligus ruang bagi produsen untuk menjaga margin usaha tanpa mengorbankan mutu.
Sinyal positif langsung terlihat. Salah satu pengembang telah menyatakan komitmen transaksi awal sekitar Rp12,6 miliar, dengan target realisasi perdana pada awal April mendatang. Nilai tersebut menjadi penanda awal terbukanya pasar lebih luas bagi produsen genteng Majalengka.
Namun, pemerintah memberi catatan tegas: peningkatan kapasitas produksi harus berjalan beriringan dengan standar kualitas. Genteng yang dipasok wajib memiliki ketahanan minimal 15 tahun, tahan panas dan hujan, serta memenuhi aspek estetika.
Selain model klasik, varian flat juga dikembangkan untuk menyesuaikan tren desain rumah subsidi modern. Dengan inovasi tersebut, rumah rakyat diharapkan tidak hanya kokoh dan sejuk, tetapi juga tampil lebih rapi dan bernilai.
Program Gentengisasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi industri genteng Jatiwangi—dari sekadar sentra produksi tradisional menjadi pemain penting dalam pembangunan perumahan nasional. Di atas atap-atap tanah liat itu, harapan akan rumah layak dan industri lokal yang kuat perlahan dibangun.***Abah Ojo
























