Ramadan Jadi Titik Balik, Dony Ajak Santri Al-Buruj Bulatkan Tekad Menuntut Ilmu
Pemerintahan    Minggu 01 Maret 2026    20:58:35 WIBSUMEDANG-Dony Ahmad Munir membuka pengajian khusus Ramadan 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan pengajian semester genap di Pondok Pesantren Al-Buruj, Kabupaten Sumedang, Minggu (01/03/2026).
Dalam sambutannya, Dony menekankan pentingnya meluruskan niat dan membulatkan tekad dalam menuntut ilmu, terutama di bulan suci Ramadan yang diyakini sebagai momentum pelipatgandaan pahala.
“Momentum Ramadan harus menjadi titik balik bagi para santriwati untuk belajar lebih keras dan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Dony di hadapan para santri dan pengajar.
Ia menegaskan, menuntut ilmu merupakan kewajiban yang memiliki nilai ibadah tinggi, terlebih jika dilakukan pada bulan Ramadan. Karena itu, ia mengajak seluruh santri untuk menanamkan tekad kuat dalam diri.
“Tekadkan dalam hati, saya ingin belajar sebaik-baiknya, sesungguh-sungguhnya, sekeras-kerasnya, dan harus lebih baik dari sebelumnya. Inilah arti penting dimulainya pengajian ini, agar ada dampak psikologis bagi kita semua karena niat sudah bulat,” katanya.
Tak hanya kepada santri, Dony juga memberi arahan kepada para ustaz dan ustazah pengasuh pondok agar terus meningkatkan kualitas pengajaran. Ia mengingatkan agar proses pembelajaran tidak dijalankan sekadar sebagai rutinitas formalitas.
“Segala persiapan harus dilakukan secara matang agar ilmu yang disampaikan benar-benar menjadi bekal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat para santri,” tuturnya.
Bupati turut mengapresiasi kedisiplinan para santri yang tetap antusias mengikuti pengajian di tengah kesibukan kuliah di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Sebelas April dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Menurutnya, kombinasi pendidikan formal di kampus dan penguatan ilmu agama di pesantren akan melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara spiritual.
“Belajar dengan sungguh-sungguh berarti harus ada perbaikan terus-menerus. Jika sebelumnya belajar hanya seadanya atau ‘sahayuna’, sekarang harus disiapkan dengan matang. Pelajari materi sebelum kelas dimulai agar pemahaman kita jauh lebih mendalam,” kata Dony.
Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum pembenahan diri bagi seluruh santri dan pengajar, sehingga pengajian yang dimulai dapat membawa perubahan nyata dalam kualitas ilmu dan karakter.***Cece Ruhiyat
























