Bupati Aep Syaepuloh Lantik 9 Kepala Desa, Awal Amanah Baru untuk Membangun Desa di Karawang
Pemerintahan    Senin 16 Maret 2026    21:50:35 WIBKARAWANG – Bupati Karawang Aep Syaepuloh melantik sembilan kepala desa hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) gelombang III tahun 2025 di Aula Husni Hamid, Kabupaten Karawang, Senin (16/3).
Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa jabatan para kepala desa terpilih yang sebelumnya mengikuti proses pemilihan berbasis elektronik.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepala desa yang baru dilantik. Ia berharap para kepala desa mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab yang telah diberikan oleh masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses kepada sembilan kepala desa yang hari ini dilantik. Kami berharap para kades yang telah diambil sumpahnya dapat menunaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ujar Aep.
Ia juga mengingatkan bahwa kontestasi dalam Pilkades telah selesai. Karena itu, para kepala desa diminta merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan pilihan politik sebelumnya.
Menurutnya, persatuan warga desa menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan dan kemajuan daerah.
“Sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, kepala desa harus memastikan program pemerintah, baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten dapat berjalan dengan baik di tingkat desa,” jelasnya.
Aep menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi juga menjadi penanda keberhasilan pelaksanaan Pilkades berbasis elektronik yang digelar pada 28 Desember 2025 di sembilan desa.
Menurutnya, penggunaan sistem digital dalam Pilkades merupakan langkah penting dalam modernisasi tata kelola demokrasi di tingkat desa. Penerapan teknologi ini juga merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 143/PMD.01/DPMDesa tentang fasilitasi pelaksanaan Pilkades serentak berbasis elektronik.
“Pilkades 2025 dilaksanakan secara elektronik. Ini merupakan langkah maju dalam modernisasi sistem demokrasi di desa,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai pemanfaatan teknologi dalam proses Pilkades tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga bertujuan menciptakan sistem demokrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa nilai-nilai demokrasi harus tetap dijaga. Proses pemilihan harus berlangsung jujur, damai, dan kondusif karena kepala desa terpilih merupakan representasi pilihan masyarakat.
Selain itu, Aep juga mengingatkan para kepala desa yang baru dilantik untuk menjaga amanah masyarakat, terutama dalam pengelolaan anggaran desa serta menjalankan pemerintahan secara terbuka dan transparan.
“Selamat bertugas. Jaga amanah masyarakat dengan baik dan jalankan pemerintahan desa secara transparan,” pungkasnya.***Red
























