Masjid Ramah Pemudik di Karawang, Tempat Singgah Nyaman di Tengah Perjalanan Pulang
Daerah    Senin 16 Maret 2026    22:12:18 WIBKARAWANG – Di tengah padatnya arus mudik menuju kampung halaman, masjid kini tak hanya menjadi tempat ibadah. Sejumlah masjid di jalur mudik disiapkan sebagai ruang singgah yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia mendapat apresiasi sekaligus pemantauan langsung dari jajaran kementerian. Salah satu titik yang ditinjau berada di Masjid An-Nur Karawang, Minggu (15/3).
Inspektur Jenderal Khairunas mengatakan pihaknya sengaja turun langsung ke lapangan untuk memastikan layanan yang disiapkan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Kami hadir untuk melihat secara langsung bagaimana layanan masjid-masjid yang disinggahi pemudik. Apakah sudah sesuai dengan yang kita rencanakan sejak awal,” ujarnya.
Menurut Khairunas, masjid-masjid yang ditunjuk diharapkan mampu menghadirkan suasana yang ramah dan menenangkan bagi pemudik. Tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang istirahat yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Mulai dari penyediaan takjil untuk berbuka puasa, tempat beristirahat, hingga fasilitas pengisian daya ponsel disiapkan agar para pemudik bisa melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh.
“Kita berharap setiap masjid yang dilalui para pemudik dapat memberikan layanan sebaik mungkin. Disiapkan takjil, tempat istirahat, termasuk charger ponsel dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Selama masa arus mudik dan balik Lebaran, masjid-masjid yang terlibat dalam program ini juga didorong untuk tetap terbuka selama 24 jam. Dengan begitu, pemudik yang tiba pada waktu malam hingga dini hari tetap dapat beristirahat dengan nyaman.
“Mereka bisa beristirahat, berbuka puasa, bahkan jika waktunya sahur kita upayakan juga bisa difasilitasi,” jelasnya.
Secara nasional, lebih dari 6.000 masjid telah disiagakan di berbagai provinsi untuk melayani pemudik yang melintasi jalur darat menuju berbagai daerah di Indonesia.
Di tingkat daerah, H. Sopian, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, memastikan sejumlah masjid yang berada di jalur utama mudik telah disiapkan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran masjid sebagai tempat singgah diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang menempuh perjalanan panjang.
“Kami menyiapkan masjid-masjid di jalur mudik agar bisa dimanfaatkan untuk beristirahat, beribadah, hingga berbuka puasa. Harapannya para pemudik merasa lebih nyaman selama perjalanan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pengurus masjid untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pemudik yang singgah. Dengan begitu, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang berbagi kepedulian bagi sesama di tengah perjalanan pulang menuju kampung halaman.***Red Emn
























