Hangatnya Malam Jumat Kliwon, Kemenag Karawang Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan    Jumat 03 April 2026    19:53:57 WIBKARAWANG - Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa kental di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang. Dalam momentum Malam Jumat Kliwon yang bertepatan dengan suasana Idulfitri 1447 Hijriah, Kemenag Karawang menggelar pengajian rutin yang dirangkaikan dengan halal bihalal, santunan anak yatim, serta pelantikan pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Karawang periode 2026–2029.
Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian, menuturkan bahwa tradisi pengajian Malam Jumat Kliwon bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar berkelanjutan dalam membangun spiritualitas aparatur sekaligus kepedulian sosial.
“Sejak saya menjabat pada periode sebelumnya, kegiatan ini sudah berjalan. Setelah kembali ke Karawang, alhamdulillah bisa terus dilaksanakan tanpa terputus,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, pelaksanaan kali ini memiliki makna lebih karena berada dalam nuansa Idulfitri. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar ASN melalui halal bihalal, sekaligus memperkuat nilai-nilai empati melalui santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
“Dalam satu kegiatan, kita satukan berbagai kebaikan. Ada pengajian, halal bihalal, santunan, dan juga pelantikan pengurus BWI. Ini menjadi ruang kolaborasi spiritual dan sosial,” katanya.
Kemenag Karawang, lanjut Sopian, secara konsisten menyalurkan santunan kepada sekitar 50 anak yatim dan masyarakat kurang mampu dalam setiap pelaksanaan Malam Jumat Kliwon. Ia berharap, kegiatan tersebut mampu memberi dampak nyata, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan para pegawai.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen ASN Kemenag dalam menjaga tradisi positif tersebut. Dengan jumlah sekitar 1.050 pegawai yang terdiri dari PNS, CPNS, dan PPPK, keterlibatan aktif dinilai sebagai bentuk dedikasi moral, bukan sekadar kewajiban formal.
“Saya tidak menyebut ini wajib, tetapi ini adalah wujud komitmen sebagai insan Kementerian Agama,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengapresiasi kegiatan yang dinilai sarat nilai keagamaan sekaligus sosial tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya pelantikan pengurus BWI sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola wakaf di daerah.
“Kegiatan ini sangat baik, tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat kelembagaan wakaf melalui pelantikan pengurus BWI,” ujarnya.
Aep berharap, kepengurusan baru BWI Kabupaten Karawang mampu menghadirkan tata kelola wakaf yang lebih optimal dan responsif terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas instansi, termasuk dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dalam menyelesaikan persoalan aset wakaf.
“Dengan adanya wadah ini, koordinasi akan lebih mudah. Jika ada kendala terkait tanah wakaf, bisa segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung upaya penguatan pengelolaan wakaf agar semakin tertib, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Harapannya, kepengurusan yang baru ini dapat bekerja optimal dan benar-benar menjawab kebutuhan umat,” pungkasnya.***Red Emn
























