Duka di Tengah Bahagia, Tuan Rumah di Purwakarta Tewas Dianiaya Saat Pesta Pernikahan Anak
Peristiwa    Minggu 05 April 2026    11:02:50 WIBPurwakarta – Kebahagiaan yang seharusnya mengiringi pesta pernikahan berubah menjadi duka mendalam di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4/2026).
Dadang, tuan rumah hajatan, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh sekelompok pria di tengah berlangsungnya acara pernikahan anaknya.
Peristiwa tragis itu bermula saat sekelompok pria datang ke lokasi dan meminta sejumlah uang kepada tuan rumah. Permintaan yang diduga sebagai “jatah” tersebut ditolak korban. Penolakan itu memicu emosi para pelaku hingga berujung keributan di tengah tamu undangan.
Suasana yang semula hangat dan penuh kebahagiaan mendadak berubah mencekam. Kepanikan tak terhindarkan ketika para pelaku membuat onar dan menyerang korban.
Di tengah kekacauan, Dadang yang tengah mengurus jalannya acara menjadi sasaran amukan. Ia dianiaya menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pecah. Sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan seadanya, sementara suasana semakin tak terkendali. Dalam rekaman video yang beredar, tampak warga berlarian dan korban tergeletak tak berdaya. Istri korban, Juju, bahkan pingsan menyaksikan kejadian tersebut.
Korban sempat dilarikan ke RS Bhakti Husada, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.20 WIB.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, keributan dipicu kekecewaan pelaku atas uang yang diberikan serta teguran dari korban.
“Pelaku tidak terima ditegur dan kecewa karena uang yang diterima tidak sesuai keinginan, sehingga berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.
Saat ini, para pelaku telah teridentifikasi dan tengah dalam pengejaran pihak kepolisian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menangani kasus ini secara profesional.
“Mulai dari olah TKP, pengumpulan bukti hingga pemeriksaan saksi terus kami lakukan. Kami pastikan penanganan berjalan cepat dan tepat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah perayaan sekalipun, potensi gangguan keamanan tetap harus diwaspadai. Masyarakat diimbau segera melaporkan setiap hal mencurigakan agar kejadian serupa tidak terulang.***Red. M. Ags




























