Syukur dan Harmoni Alam, Warga Rengasdengklok Rawat Tradisi Hajat Bumi
Daerah    Senin 04 Mei 2026    16:41:24 WIBKarawang,– Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa di Rengasdengklok, Karawang, saat masyarakat menggelar kegiatan wujud syukur bertajuk “Cakra Ngajaga Ngariksa Bumi Sangkuriling Jagat Saamparan Rengasdengklok Hajat Bumi”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kehidupan sosial. (4/5/2026).
Acara yang dipimpin tokoh masyarakat A Cece tersebut dihadiri berbagai elemen warga, termasuk Ketua Porum DAY, Iskandar, yang juga merupakan pengurus DPC Karawang. Kehadiran para tokoh ini menegaskan kuatnya sinergi antara nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, pujian, serta aktivitas gotong royong yang mencerminkan kearifan lokal. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
A Cece menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat. “Ini adalah wujud syukur atas segala nikmat yang diberikan, sekaligus komitmen kita untuk menjaga keharmonisan alam dan memperkuat persatuan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Iskandar menyampaikan pentingnya menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, kegiatan seperti Hajat Bumi tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.
Digelar di kawasan yang sarat nilai historis, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan bangsa. Rengasdengklok, yang dikenal sebagai salah satu titik penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, kembali mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan alam dan sejarah tidak bisa dipisahkan.
Melalui tradisi ini, masyarakat Karawang menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap alam tetap hidup dan terjaga.***Red-Emn


























