Habbina
Dari Babarit ke-7, Rengasdengklok Menjaga Ingatan dan Harapan
0 Komentar 127 pembaca

Dari Babarit ke-7, Rengasdengklok Menjaga Ingatan dan Harapan

Daerah

Karawang - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Tugu Proklamasi Rengasdengklok, Senin (4/5/2026), saat Ketua Forum Komunikasi Budaya Rengasdengklok, Daday, menyampaikan pidato yang memadukan nuansa religius dan refleksi sejarah dalam gelaran babarit ke-7.

Di hadapan aparat kepolisian, tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta warga, Daday membuka sambutan dengan ungkapan syukur. Ia mengaitkan angka tujuh dengan simbol tujuh lapis langit dan bumi—sebuah harapan agar doa-doa masyarakat yang hadir mendapat jalan untuk dikabulkan.

“Ini adalah babarit yang ke-7. Semoga menjadi jalan untuk mendapat ridho Allah dan cita-cita kita semua bisa tercapai,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar secara swadaya ini, menurut Daday, menjadi cerminan kuatnya gotong royong masyarakat. Ia secara khusus mengapresiasi kontribusi warga Bojong Tugu 1 dan Bojong Tugu 2 yang turut menopang terselenggaranya acara.

Lebih dari sekadar seremoni, babarit dinilai sebagai ruang untuk merawat identitas budaya. Daday menekankan pentingnya menjaga dan mengangkat potensi lokal Rengasdengklok melalui persatuan lintas komunitas seni dan budaya.

“Kita tidak boleh kalah. Budaya yang ada di Rengasdengklok harus kita angkat bersama. Semua komunitas harus bersatu,” tegasnya.

Dalam bagian pidato yang paling menyita perhatian, Daday menyampaikan pandangan berbeda terkait peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia menolak penggunaan istilah “penculikan” terhadap Soekarno oleh para pemuda, dan memilih istilah “hijrah” untuk menggambarkan peristiwa tersebut.

“Bung Karno bukan diculik atau diasingkan. Tapi dihijrahkan oleh Allah ke Rengasdengklok,” katanya.

Ia bahkan membandingkan peristiwa itu dengan hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, sebagai upaya memberi dimensi spiritual dalam memahami sejarah nasional. Bagi Daday, Rengasdengklok bukan hanya lokasi historis, tetapi juga ruang yang sarat nilai kesucian dan keyakinan.

“Rengasdengklok ini kota sejarah. Tonggak sejarah Republik Indonesia ada di sini. Sejarah tidak bisa dibohongi,” lanjutnya.

Pandangan tersebut membuka ruang diskusi publik, terutama dalam melihat bagaimana pendekatan religius dapat berdampingan dengan narasi sejarah yang selama ini dikenal secara akademik.

Menutup sambutannya, Daday berharap kegiatan budaya ke depan dapat semakin inklusif dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Semoga semua yang hadir hari ini, doa-doanya dikabulkan. Apa yang kita cita-citakan bisa terlaksana tahun ini,” tutupnya.

Babarit ke-7 ini menegaskan bahwa Rengasdengklok bukan sekadar titik dalam buku sejarah, melainkan ruang hidup yang terus merawat ingatan kolektif di mana budaya, spiritualitas, dan kebersamaan tumbuh berdampingan.***Red-Yan

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top