Plt Bupati Bekasi Turun ke Sawah, Pastikan Air Kembali Mengalir untuk Selamatkan Lahan Petani Pebayuran
Pemerintahan    Rabu 29 Juli 2026    09:25:40 WIBBekasi – Kekeringan yang melanda areal persawahan di Kecamatan Pebayuran menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi. Menindaklanjuti keluhan dan aspirasi para petani yang kesulitan mendapatkan pasokan air irigasi, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja turun langsung meninjau sejumlah titik Bendung Kedung Gede (BKG), Selasa (28/7), guna memastikan penyebab terhambatnya distribusi air sekaligus menyiapkan langkah penanganan secara menyeluruh.
Peninjauan tersebut bukan sekadar inspeksi lapangan, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi. Di tengah ancaman musim kemarau, ketersediaan air irigasi menjadi kebutuhan mendesak bagi ribuan hektare lahan sawah yang bergantung pada jaringan Bendung Kedung Gede.
Dalam peninjauan tersebut, Asep Surya Atmaja menemukan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi penyebab tidak optimalnya aliran air menuju lahan pertanian. Beberapa titik saluran irigasi mengalami penyumbatan akibat sedimentasi dan tumpukan material, sementara sebagian infrastruktur pendukung, termasuk jembatan, mengalami kerusakan yang menghambat proses distribusi air.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera ditangani agar para petani tidak mengalami kerugian lebih besar akibat gagal tanam maupun penurunan hasil panen. Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata dia, akan segera mengajukan usulan perbaikan infrastruktur sekaligus melakukan normalisasi saluran irigasi melalui koordinasi intensif dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum serta Perum Jasa Tirta (PJT) II.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan hanya solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan yang sedang terjadi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan air agar lebih siap menghadapi musim penghujan. Saluran irigasi yang kembali berfungsi optimal diharapkan mampu memperlancar distribusi air saat kemarau sekaligus mengurangi potensi banjir ketika curah hujan meningkat.
"Kami ingin memastikan persoalan yang dikeluhkan petani segera mendapatkan solusi. Karena itu, koordinasi dengan BBWS Citarum dan PJT II akan terus diperkuat agar normalisasi saluran dan perbaikan infrastruktur bisa segera direalisasikan," tegas Asep Surya Atmaja.
Peninjauan dilakukan bersama Kepala Unit Pengelola Irigasi BBWS Citarum, perwakilan PJT II, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, serta Camat Pebayuran. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan irigasi membutuhkan kolaborasi lintas instansi agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rangkaian peninjauan dimulai dari Bendung Kedung Gede 6 di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur. Selanjutnya rombongan bergerak meninjau BKG 17, BKG 19, BKG 21 hingga BKG 38 yang berada di wilayah Kecamatan Pebayuran. Di setiap titik, dilakukan identifikasi kondisi saluran, hambatan distribusi air, serta langkah teknis yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan fungsi jaringan irigasi.
Sebagai penutup kegiatan, Plt. Bupati Bekasi juga menyerahkan bantuan air bersih kepada warga Desa Karangsegar yang turut terdampak berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah tantangan kondisi cuaca.
Melalui langkah cepat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap aliran air menuju areal persawahan dapat kembali normal sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu. Di sisi lain, pembenahan infrastruktur irigasi juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi.***Red-Sam























