Habbina
Mekarbuana Jadi Kampung Tanggap Bencana Pertama di Karawang, Warga Dibekali Keahlian Selamatkan Nyawa
0 Komentar 161 pembaca

Mekarbuana Jadi Kampung Tanggap Bencana Pertama di Karawang, Warga Dibekali Keahlian Selamatkan Nyawa

Pemerintahan

KARAWANG – Kesadaran bahwa keselamatan berawal dari kesiapsiagaan menjadi semangat yang dibangun di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. Sebanyak 25 warga desa yang berada di kawasan rawan longsor dan banjir bandang itu mengikuti pelatihan khusus kebencanaan setelah wilayahnya resmi ditetapkan sebagai Kampung Tanggap Bencana (Katana) pertama di Kabupaten Karawang, Kamis (6/8/2026).

Program yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karawang tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam yang selama ini kerap menghantui wilayah selatan Karawang. Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga dibekali keterampilan praktis melalui simulasi evakuasi dan penyelamatan korban, sehingga mampu bertindak cepat ketika situasi darurat benar-benar terjadi.

Pelatihan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan mitigasi bencana, teknik penyelamatan diri dan keluarga, prosedur evakuasi, hingga penanganan awal korban banjir maupun longsor. Seluruh materi dirancang agar mudah dipahami dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.

Ketua Baznas Kabupaten Karawang, H. Karmin, mengatakan pembentukan Kampung Tanggap Bencana merupakan upaya membangun budaya siaga di tengah masyarakat, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian saat bencana terjadi. Ketika warga telah memahami langkah-langkah penyelamatan, proses penanganan akan berlangsung lebih cepat, terarah, dan tidak menimbulkan kepanikan.

"Ketika masyarakat sudah terlatih, penanganan bencana akan lebih cepat dan warga tidak panik saat menghadapi kondisi darurat," ujar Karmin.

Ia menjelaskan, Desa Mekarbuana dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki karakteristik geografis yang cukup rentan terhadap longsor dan banjir bandang. Saat hujan deras mengguyur kawasan perbukitan, material tanah dan bebatuan kerap terbawa arus menuju permukiman warga yang berada di wilayah lebih rendah.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana secara mandiri sebelum bantuan dari luar tiba. Karena itu, selain memahami teori, warga juga diajak mempraktikkan berbagai skenario penyelamatan melalui simulasi lapangan yang menyerupai kondisi sebenarnya.

Karmin menegaskan bahwa kemampuan menyelamatkan diri sendiri dan anggota keluarga merupakan prioritas utama sebelum seseorang membantu orang lain.

"Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan dasar kebencanaan sehingga mampu mengambil tindakan cepat dan tepat ketika terjadi bencana," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarbuana, Jaji Maryono, menyambut baik kehadiran program tersebut. Ia menuturkan bahwa wilayahnya memiliki pengalaman panjang menghadapi banjir bandang yang dipicu hujan berintensitas tinggi di kawasan perbukitan.

Sebagian besar permukiman warga, kata dia, berada di daerah lembah yang menjadi jalur aliran air sekaligus material longsoran. Kondisi geografis itu membuat ancaman bencana selalu muncul setiap musim hujan sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Menurut Jaji, pelatihan ini memberikan bekal yang sangat penting bagi warga agar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan pertolongan kepada sesama ketika terjadi bencana.

"Melalui pelatihan ini masyarakat menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat, mengetahui langkah penyelamatan diri, serta dapat membantu warga lain yang membutuhkan pertolongan," ujarnya.

Program Kampung Tanggap Bencana di Desa Mekarbuana menjadi tonggak baru dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Karawang. Baznas Karawang pun berkomitmen memperluas program serupa ke desa-desa lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga semakin banyak warga yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top