Mekarbuana Jadi Kampung Tanggap Bencana Pertama di Karawang, Warga Dibekali Keahlian Selamatkan Nyawa
Pemerintahan    Jumat 07 Agustus 2026    06:33:37 WIBKARAWANG – Kesadaran bahwa keselamatan berawal dari kesiapsiagaan menjadi semangat yang dibangun di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru. Sebanyak 25 warga desa yang berada di kawasan rawan longsor dan banjir bandang itu mengikuti pelatihan khusus kebencanaan setelah wilayahnya resmi ditetapkan sebagai Kampung Tanggap Bencana (Katana) pertama di Kabupaten Karawang, Kamis (6/8/2026).
Program yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karawang tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam yang selama ini kerap menghantui wilayah selatan Karawang. Tidak hanya mendapatkan materi teori, para peserta juga dibekali keterampilan praktis melalui simulasi evakuasi dan penyelamatan korban, sehingga mampu bertindak cepat ketika situasi darurat benar-benar terjadi.
Pelatihan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan mitigasi bencana, teknik penyelamatan diri dan keluarga, prosedur evakuasi, hingga penanganan awal korban banjir maupun longsor. Seluruh materi dirancang agar mudah dipahami dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat saat menghadapi kondisi darurat.
Ketua Baznas Kabupaten Karawang, H. Karmin, mengatakan pembentukan Kampung Tanggap Bencana merupakan upaya membangun budaya siaga di tengah masyarakat, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian saat bencana terjadi. Ketika warga telah memahami langkah-langkah penyelamatan, proses penanganan akan berlangsung lebih cepat, terarah, dan tidak menimbulkan kepanikan.
"Ketika masyarakat sudah terlatih, penanganan bencana akan lebih cepat dan warga tidak panik saat menghadapi kondisi darurat," ujar Karmin.
Ia menjelaskan, Desa Mekarbuana dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki karakteristik geografis yang cukup rentan terhadap longsor dan banjir bandang. Saat hujan deras mengguyur kawasan perbukitan, material tanah dan bebatuan kerap terbawa arus menuju permukiman warga yang berada di wilayah lebih rendah.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana secara mandiri sebelum bantuan dari luar tiba. Karena itu, selain memahami teori, warga juga diajak mempraktikkan berbagai skenario penyelamatan melalui simulasi lapangan yang menyerupai kondisi sebenarnya.
Karmin menegaskan bahwa kemampuan menyelamatkan diri sendiri dan anggota keluarga merupakan prioritas utama sebelum seseorang membantu orang lain.
"Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan dasar kebencanaan sehingga mampu mengambil tindakan cepat dan tepat ketika terjadi bencana," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarbuana, Jaji Maryono, menyambut baik kehadiran program tersebut. Ia menuturkan bahwa wilayahnya memiliki pengalaman panjang menghadapi banjir bandang yang dipicu hujan berintensitas tinggi di kawasan perbukitan.
Sebagian besar permukiman warga, kata dia, berada di daerah lembah yang menjadi jalur aliran air sekaligus material longsoran. Kondisi geografis itu membuat ancaman bencana selalu muncul setiap musim hujan sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
Menurut Jaji, pelatihan ini memberikan bekal yang sangat penting bagi warga agar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat memberikan pertolongan kepada sesama ketika terjadi bencana.
"Melalui pelatihan ini masyarakat menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat, mengetahui langkah penyelamatan diri, serta dapat membantu warga lain yang membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Program Kampung Tanggap Bencana di Desa Mekarbuana menjadi tonggak baru dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Karawang. Baznas Karawang pun berkomitmen memperluas program serupa ke desa-desa lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga semakin banyak warga yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.***Red-Emn






















