Habbina
Kekurangan Guru di Karawang Capai 4.400 Orang, Guru Kelas Paling Banyak Dibutuhkan
0 Komentar 157 pembaca
Keterangan Poto: Istimewa

Kekurangan Guru di Karawang Capai 4.400 Orang, Guru Kelas Paling Banyak Dibutuhkan

Pendidikan

KARAWANG - Persoalan kekurangan tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Karawang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang mencatat kebutuhan guru untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) masih mencapai sekitar 4.400 orang.
Kondisi tersebut diperkirakan belum akan segera teratasi. Sebab, kebutuhan guru terus berubah seiring pertumbuhan jumlah peserta didik dan dinamika sekolah, sementara pada saat bersamaan banyak guru memasuki masa pensiun.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, mengatakan kebutuhan tenaga pendidik saat ini masih cukup tinggi. Dari jumlah tersebut, kebutuhan terbesar berada pada posisi guru kelas.
“Kalau kebutuhan guru sekarang kurang lebih sekitar 4.400,” ujar Wawan, Rabu (19/8/2026).
Menurut Wawan, saat ini terdapat sekitar 11.661 guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Karawang. Mereka terdiri dari sekitar 4.000 PNS, 4.000 PPPK penuh waktu, serta sekitar 3.000 PPPK paruh waktu.
Dari total kekurangan tersebut, sekitar 2.300 orang di antaranya merupakan guru kelas.
“Yang paling banyak kekurangan itu guru kelas, sekitar 2.300,” katanya.
Wawan mengatakan persoalan kekurangan guru menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Selain kebutuhan yang dipengaruhi jumlah siswa dan sekolah, jumlah tenaga pendidik juga terus berkurang akibat adanya guru yang memasuki masa pensiun.
Karawang mencatat rata-rata sekitar 40 hingga 50 aparatur sipil negara (ASN) memasuki masa pensiun setiap bulan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengangkat tenaga honorer baru setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
“Ini menjadi perhatian kita karena guru yang pensiun juga terus bertambah,” tutur Wawan.
Untuk menghadapi persoalan tersebut, Disdikbud Karawang menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan melakukan pemetaan kebutuhan guru secara berkala di setiap sekolah.
Pemetaan itu menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan sekolah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan tenaga pendidik. Dari data tersebut, redistribusi guru dapat dilakukan agar kebutuhan di masing-masing sekolah lebih seimbang.
Selain redistribusi, Disdikbud Karawang juga tengah menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi. Mahasiswa calon guru yang menjalani praktik mengajar nantinya diharapkan dapat ditempatkan di sekolah negeri sebagai salah satu alternatif membantu proses pembelajaran.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Disdikbud Karawang, Joean Himawan, mengatakan konsep kerja sama tersebut masih dalam tahap penyusunan.
“Sesuai arahan Pak Kadisdikbud, saat ini kami sedang menyusun konsep kerja sama dengan perguruan tinggi agar praktik mengajar mahasiswa bisa dilaksanakan di sekolah negeri sebagai salah satu alternatif membantu kekurangan guru,” kata Joean.
Langkah lain yang disiapkan adalah melakukan redistribusi guru secara internal. Guru yang jumlahnya berlebih di suatu sekolah akan disesuaikan untuk mengisi sekolah lain yang masih mengalami kekurangan.
Penataan juga menyasar guru yang belum memenuhi beban jam mengajar ideal.
“Kita lakukan redistribusi internal. Kalau ada sekolah yang kelebihan guru, kita sesuaikan ke sekolah yang kekurangan. Guru yang jam mengajarnya belum ideal juga akan kita pindahkan,” jelasnya.
Disdikbud Karawang juga berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjajaki kemungkinan pemindahan guru dari sekolah swasta ke sekolah negeri.
Skema tersebut menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan guru, terutama bagi tenaga pendidik yang sudah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), tetapi masih kekurangan jam mengajar.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Kemendikdasmen terkait kemungkinan guru swasta yang sudah terdata di Dapodik dan kekurangan jam mengajar bisa dipindahkan ke sekolah negeri untuk memenuhi kebutuhan,” pungkas Joean.
Bagi Karawang, persoalan kekurangan guru bukan sekadar soal memenuhi jumlah tenaga pengajar. Penataan tersebut juga menjadi bagian penting untuk memastikan setiap sekolah tetap dapat memberikan layanan pendidikan yang layak, meski kebutuhan guru terus berubah dan jumlah tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun terus bertambah.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top