Habbina
Dari Kain Putih Menjadi Harapan, Perempuan Disabilitas Karawang Belajar Membatik untuk Mandiri
0 Komentar 157 pembaca

Dari Kain Putih Menjadi Harapan, Perempuan Disabilitas Karawang Belajar Membatik untuk Mandiri

Daerah

Karawang – Kain putih perlahan berubah menjadi lembaran penuh warna di tangan para penyandang disabilitas. Ada motif padi, tanaman, hingga ragam flora yang menggambarkan kreativitas dan identitas lokal Karawang.
Suasana tersebut terlihat dalam pelatihan membatik yang digelar Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation bersama PT Jamkrindo dan sejumlah perusahaan di Karawang, Kamis (27/8/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan Hari Batik Nasional yang akan digelar pada 2 Oktober 2026. Program inklusif tersebut berlangsung sejak Agustus hingga September dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada Oktober mendatang.
Founder KTI Foundation, Inaraya, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar mengajarkan teknik membatik. Lebih dari itu, pelatihan diharapkan menjadi ruang bagi penyandang disabilitas, khususnya perempuan, untuk membangun keterampilan, keberanian, dan kemandirian.
“Tujuannya supaya perempuan disabilitas bisa mandiri, bisa setara, lebih kreatif dan lebih percaya diri,” ujar Inaraya.
Sebanyak 20 peserta dari Karawang, Bandung, Pebayuran, dan Cikarang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari beragam kelompok disabilitas, mulai dari tuli, daksa hingga cerebral palsy.
Peserta diberi kebebasan menuangkan kreativitas melalui motif yang mereka buat. Sejumlah peserta memilih mengangkat kekayaan lokal Karawang, seperti padi dan tanaman.
Karya tersebut nantinya tidak berhenti sebagai hasil pelatihan. Batik buatan peserta akan dipadukan dengan karya 20 peserta pelatihan menjahit melalui konsep business matching.
Kolaborasi itu diarahkan untuk menghasilkan busana dan berbagai produk siap pakai yang memiliki nilai ekonomi. Karya para peserta juga akan ditampilkan sekaligus dilombakan dalam acara puncak pada 2 Oktober 2026.
Inaraya berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal jangka panjang, bukan sekadar pengalaman selama mengikuti pelatihan.
“Kami ingin keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya, menghasilkan produk, dan memiliki peluang ekonomi sendiri,” katanya.
Dukungan terhadap upaya tersebut datang dari PT Jamkrindo. Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas perlu dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, peningkatan keterampilan harus berjalan beriringan dengan pembukaan akses terhadap peluang ekonomi. Karena itu, program Harmoni Karya Inklusif diarahkan tidak hanya pada pelatihan, tetapi juga pengembangan produk hingga pemasaran.
“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai melalui Harmoni Karya Inklusif,” ujar Akhmad.
Ia menambahkan, rangkaian program tersebut mencakup pelatihan membatik, menjahit, hingga pengembangan produk. Harapannya, peserta mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah sekaligus memiliki peluang untuk masuk ke pasar.
“Pelatihan ini bukan hanya soal memberikan keterampilan, tetapi bagaimana keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bisa masuk ke pasar,” katanya.
Kolaborasi juga melibatkan PT Gemala Kempa Daya (GKD), PT Inti Ganda Perdana (IGP), dan PT Astra NTN Driveshaft Indonesia (ANDIN).
Dukungan dunia usaha diarahkan pada pengembangan produk UMKM penyandang disabilitas. Tidak hanya kerajinan, penguatan juga menyasar produk makanan khas Karawang, legalitas usaha, hingga akses pemasaran.
Perwakilan PT GKD, Iwan Santoso, menilai program yang dijalankan KTI memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas.
“Kami melihat aktivitas Bu Inaraya itu sangat bermanfaat, terutama bagi kaum difabel. Salah satu value kami adalah bermanfaat untuk semua,” ujar Iwan.
Melalui kolaborasi tersebut, membatik diharapkan bukan sekadar aktivitas kreatif. Kain yang dihias dengan tangan para peserta diharapkan menjadi pintu menuju kesempatan yang lebih besar: memiliki karya, memperoleh penghasilan, dan berdiri lebih mandiri.
Di balik setiap motif yang dibuat, tersimpan pesan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya ketika kesempatan dan ruang yang setara tersedia.***Red-Emn

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, Emin Sule, Suryana SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim. JAKARTA: Bambang EP. BEKASI: Samsudin. BOGOR:  Abdullah DEPOK: Rani Oktaviani BANTEN: Jajat. BANDUNG: Ayi Herlambang. CIMAHI: Adre Sutisna. LEBAK: Elsa Firia. BANTEN: Jajat Munajat INDRAMAYU: Fikri Rianto. CIREBON: Bagustian. KUNINGAN: Ading Permana. MAJALENGKA. Abah Ojo. SUMEDANG: Cece Ruhiyat. TASIKMALAYA: Baden. CIAMIS: Aam. PANGANDARAN: Doni Saputra. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana. GARUT: Sopiyan. CIANJUR: Dede Ruhyana. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan. TANGGERANG: Reza Andika. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat.

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top