Habbina
Calon Jemaah Haji Purwakarta Mulai Jalani Rekam Biometrik, Persiapan ke Tanah Suci Dimatangkan Sejak Dini
0 Komentar 199 pembaca

Calon Jemaah Haji Purwakarta Mulai Jalani Rekam Biometrik, Persiapan ke Tanah Suci Dimatangkan Sejak Dini

Pemerintahan

PURWAKARTA – Persiapan keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Purwakarta menuju Tanah Suci pada 2027 mulai dilakukan sejak jauh hari. Salah satunya melalui perekaman biometrik untuk kebutuhan pengurusan visa haji.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purwakarta mulai melaksanakan perekaman biometrik bagi calon jemaah haji. Pelayanan tersebut dipusatkan di Kantor Kemenhaj Purwakarta dan berlangsung setiap hari kerja.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Purwakarta, H. Syamsi Mufti, mengatakan perekaman biometrik diberikan kepada jemaah yang proses pembuatan paspornya telah selesai.
"Sejak Rabu, 26 Agustus 2026, kami sudah mulai melaksanakan rekam biometrik untuk pengurusan visa para jemaah haji Kabupaten Purwakarta yang sudah selesai paspor. Kami melayani jemaah setiap hari kerja," kata Syamsi, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, perekaman biometrik atau Bio Visa merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pengurusan visa haji. Untuk mengikuti layanan tersebut, jemaah harus membawa paspor aktif serta bukti setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) atau informasi nomor porsi.
Namun, pelaksanaan perekaman masih menghadapi kendala teknis. Dari total kuota calon jemaah haji Purwakarta sebanyak 630 orang, baru sekitar 10 jemaah yang berhasil menyelesaikan proses perekaman.
"Karena ada kendala teknis, baru sekitar 10 orang yang selesai melakukan rekam biometrik," ujarnya.
Syamsi menjelaskan, sebelum menjalani perekaman, calon jemaah terlebih dahulu melapor kepada petugas Subbagian Tata Usaha untuk menjalani pemeriksaan dokumen.
Data jemaah kemudian diverifikasi dan divalidasi berdasarkan paspor serta bukti setoran awal BIPIH. Jika seluruh dokumen dinyatakan sesuai, jemaah mengisi berita acara serah terima paspor sebelum menunggu antrean perekaman biometrik visa.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, Kemenhaj Purwakarta akan mengajukan perbaikan data, termasuk nama jemaah, ke tingkat pusat sebelum proses biometrik dilakukan.
"Petugas juga melakukan verifikasi dan validasi data berdasarkan paspor dan bukti setoran awal BIPIH. Apabila ditemukan kesalahan data, Kemenhaj Purwakarta akan mengajukan proses perbaikan nama jemaah ke tingkat pusat sebelum perekaman dilakukan," jelasnya.
Perekaman menggunakan aplikasi Saudi Visa Bio yang dilakukan oleh petugas Kemenhaj Purwakarta. Dalam prosesnya, setiap jemaah menjalani sejumlah tahapan, mulai dari pemindaian paspor dan wajah hingga pemindaian 10 sidik jari.
Seluruh proses dilakukan secara bertahap dan bergiliran untuk memastikan data biometrik setiap jemaah sesuai dengan identitas yang tercantum dalam dokumen perjalanan.
Syamsi mengatakan, pelayanan biometrik yang dipusatkan di Kantor Kemenhaj Purwakarta diharapkan dapat memudahkan calon jemaah sekaligus mempercepat proses administrasi sebelum keberangkatan.
Persiapan lebih awal, kata dia, juga diharapkan dapat mengurangi potensi kendala ketika memasuki tahapan penyelenggaraan haji 2027.
"Fokus kita bukan hanya keberangkatan dan pemulangan, tetapi juga kualitas pembinaan, perlindungan jemaah, ketertiban data, kesehatan, dan kepatuhan seluruh ekosistem layanan," pungkasnya.***Red-M.Ags

Author

Profil


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top