Kuningan Raih Penghargaan Program 3 Juta Rumah, 250 Warga Dapat Kesempatan Punya Hunian Layak
Pemerintahan    Sabtu 29 Agustus 2026    20:13:31 WIBKUNINGAN – Upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak berbuah penghargaan. Pemkab Kuningan meraih Terbaik II Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kabupaten Regional Jawa-Bali Batch II Tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026).
Bukan sekadar penghargaan, capaian itu juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Kuningan mendapat dukungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 250 unit rumah, dengan nilai mencapai Rp5 miliar.
Bagi pemerintah daerah, tambahan dukungan tersebut menjadi modal untuk mempercepat perbaikan rumah warga yang masih membutuhkan perhatian.
Bupati Dian mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kuningan. Namun, yang paling penting bukan penghargaan itu sendiri, melainkan bagaimana program perumahan benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dian.
Menurut dia, rumah bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Di dalamnya ada keluarga yang tumbuh, anak-anak yang belajar, serta harapan masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Rumah adalah kebutuhan dasar, tempat keluarga tumbuh dan membangun masa depan,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program. Hingga 2026, sekitar 1.500 unit rumah subsidi telah dibangun pengembang di Kabupaten Kuningan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Selain membangun rumah baru, Pemkab Kuningan juga memperbaiki rumah warga melalui program BSPS. Pada 2026, Kuningan mendapat alokasi 1.293 unit rumah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Upaya menyediakan rumah layak juga melibatkan masyarakat dan lembaga sosial. Sekitar 200 rumah tercatat dibangun atau mendapat dukungan melalui lembaga filantropi.
Sementara dari kalangan dunia usaha, sejumlah pengembang turut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Sedikitnya 20 rumah mendapat bantuan untuk program bedah rumah atau peningkatan kualitas Rutilahu.
“Ini yang ingin terus kita bangun di Kuningan, yaitu semangat kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Dian.
Pemkab Kuningan juga berupaya mengurangi hambatan masyarakat dalam mengakses rumah subsidi. Sejumlah kemudahan diberikan, antara lain pembebasan BPHTB serta retribusi PBG bagi MBR sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudahan domisili juga diberikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang bekerja di Kuningan tetapi memiliki KTP dari daerah lain, sehingga tetap dapat mengakses rumah subsidi sepanjang memenuhi persyaratan.
Dari sisi pembiayaan, masyarakat juga didukung melalui fasilitas FLPP agar dapat memperoleh rumah dengan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.
Bagi Dian, pembangunan perumahan tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah unit yang berhasil dibangun. Kualitas lingkungan tempat tinggal juga harus menjadi perhatian.
“Kita tidak ingin hanya membangun rumah, tetapi juga membangun lingkungan tempat tinggal yang layak. Karena rumah yang baik harus didukung lingkungan yang sehat, aman, nyaman, serta memiliki infrastruktur dasar yang memadai,” tegasnya.
Karena itu, Pemkab Kuningan akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, perangkat daerah, pengembang, perbankan, pemerintah desa, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, hingga masyarakat.
Dian menegaskan, penghargaan Terbaik II Regional Jawa-Bali justru menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Penghargaan ini jangan membuat kita berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik. Masih ada masyarakat yang membutuhkan rumah layak dan masih ada rumah yang harus kita tingkatkan kualitasnya,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam program tersebut.
Menurut Dian, penghargaan tersebut pada akhirnya bukan hanya milik pemerintah daerah, melainkan seluruh elemen yang ikut bergotong royong membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik.
“Pada akhirnya, yang kita bangun bukan sekadar rumah, tetapi kualitas kehidupan dan masa depan masyarakat Kuningan,” pungkasnya.***Ading Permana























