Habbina
Normalisasi Irigasi Dikebut, Pemkab Bekasi Berupaya Jaga Sawah Tetap Mendapat Air
0 Komentar 148 pembaca

Normalisasi Irigasi Dikebut, Pemkab Bekasi Berupaya Jaga Sawah Tetap Mendapat Air

Pemerintahan

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mempercepat pembenahan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah tersebut menjadi penting di tengah perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi, ketika petani harus menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau sekaligus potensi genangan saat curah hujan meningkat.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, turun langsung meninjau progres normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendungan Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai target sekaligus melihat secara langsung kondisi saluran yang menjadi bagian penting dalam sistem pengairan persawahan di wilayah tersebut.
Asep menargetkan pekerjaan normalisasi di kawasan Rancasuar, SS Kedung Gede, dapat dituntaskan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Menurut dia, percepatan pekerjaan diperlukan agar fungsi saluran kembali optimal dan distribusi air menuju wilayah hilir dapat berjalan lebih baik.
“Normalisasi ini kita percepat agar saluran dapat kembali berfungsi secara optimal. Targetnya, pekerjaan di kawasan Rancasuar bisa selesai dalam satu bulan ke depan,” kata Asep saat meninjau lokasi.
Bagi pemerintah daerah, pembenahan saluran irigasi bukan semata pekerjaan infrastruktur. Di balik saluran yang kembali berfungsi baik, terdapat kebutuhan petani yang bergantung pada ketersediaan air untuk mempertahankan produktivitas sawah mereka.
Karena itu, normalisasi SS BKG menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi dampak perubahan iklim. Infrastruktur pengairan harus dipersiapkan untuk menghadapi dua kondisi sekaligus, yakni berkurangnya pasokan air ketika kemarau dan meningkatnya debit air ketika musim penghujan.
Dalam peninjauan tersebut, Asep melihat langsung sejumlah titik saluran, antara lain BKG 15, BKG 17, dan BKG 20. Ia juga mengecek bagian-bagian saluran yang masih membutuhkan penanganan lanjutan agar proses normalisasi tidak berhenti pada pengerjaan fisik semata, tetapi benar-benar menghasilkan saluran yang dapat digunakan secara maksimal.
Di titik BKG 15, misalnya, masih ditemukan sisa tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian saluran. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan tanaman air yang tumbuh tidak terkendali dapat menghambat aliran dan mengurangi efektivitas jaringan irigasi.
Pembersihan lanjutan pun diperlukan agar saluran memiliki kapasitas aliran yang lebih baik. Pemerintah daerah berharap pekerjaan tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh sehingga tidak menyisakan titik-titik yang berpotensi kembali menghambat distribusi air.
Secara geografis, jaringan SS BKG memiliki peran penting bagi kawasan pertanian di Kecamatan Pebayuran. Saluran BKG 15–16 berada di wilayah Desa Bantarjaya. Selanjutnya, saluran BKG 17 hingga BKG 25 melintasi kawasan persawahan menuju Desa Karangharja dan Desa Karangsegar.
Sementara itu, BKG 38 berada di Kampung Teluk Bango, Desa Karangharja. Titik tersebut menjadi bagian ujung saluran irigasi di wilayah utara Kecamatan Pebayuran.
Kondisi jaringan dari hulu hingga hilir menjadi perhatian karena gangguan pada satu bagian saluran dapat berdampak terhadap kelancaran distribusi air ke bagian lainnya. Karena itu, normalisasi dilakukan untuk memastikan air dapat mengalir lebih lancar dan menjangkau area yang membutuhkan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menaruh perhatian khusus terhadap persoalan kekeringan yang selama ini dapat mengancam lahan pertanian di wilayah hilir, terutama pada jaringan BKG 34 sampai BKG 38.
Dengan normalisasi yang dilakukan secara bertahap, pemerintah berharap persoalan distribusi air dapat ditekan. Petani pun diharapkan memiliki kepastian yang lebih baik dalam mengelola lahan, terutama ketika memasuki periode dengan curah hujan rendah.
Asep menegaskan, pembangunan dan perawatan infrastruktur irigasi harus dilihat sebagai bagian dari perlindungan terhadap sektor pertanian. Sebab, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi baik memiliki hubungan langsung dengan keberlangsungan aktivitas petani di sawah.
“Yang kita jaga bukan hanya salurannya, tetapi bagaimana air bisa sampai ke lahan pertanian dan memberikan manfaat bagi para petani,” ujarnya.
Peninjauan lapangan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan pemerintah daerah terhadap percepatan pekerjaan. Setiap bagian saluran yang masih membutuhkan pembersihan maupun penanganan akan menjadi bagian dari evaluasi agar pekerjaan dapat selesai sesuai target.
Di tengah tantangan perubahan iklim, keberadaan infrastruktur pengairan yang memadai menjadi semakin penting. Pemerintah tidak hanya dituntut merespons ketika kekeringan terjadi, tetapi juga menyiapkan jaringan yang mampu menghadapi perubahan kondisi cuaca sepanjang tahun.
Normalisasi SS Bendungan Kedung Gede diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Jika saluran kembali bersih, aliran air lebih lancar, dan distribusi ke wilayah hilir berjalan baik, manfaatnya pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Bagi petani, air yang sampai ke sawah bukan sekadar persoalan teknis jaringan irigasi, melainkan bagian penting dari harapan agar tanaman tetap tumbuh dan hasil panen dapat dipertahankan.
Karena itu, percepatan normalisasi SS BKG di Pebayuran menjadi pekerjaan yang memiliki arti lebih luas. Pemerintah Kabupaten Bekasi berupaya memastikan setiap meter jaringan irigasi dapat menjalankan fungsinya, sehingga lahan pertanian tetap mendapat dukungan air dan petani tidak menghadapi persoalan kekeringan seorang diri.***Red-M. Subekti

Author

Tarman Suherman
Profil Tarman Suherman

PT. TRI MITRA INFONUSA

SUSUNAN KEPENGURUSAN

INFONUSA-NEWS.COM

Pendidikan, Wisata & Budaya

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI: Iwan Sumitra, ST., S., Kom., MM. REDAKTUR PELAKSANA: Agung Kurnia Putra. BIDANG IT: Deni Akbar. BIDANG VIDEO: Wawan. STAF REDAKSI: Ilham Abdulah. WARTAWAN DAERAH: KABIRO PURWASUKASI- (PURWAKARTA-SUBANG-KARAWANG-BEKASI): Tarman Suherman, KARAWANG-Emin Sule, Suryana, Dede Mulyadi. SUBANG: Udin Wahyudin, Tajudin, Ali Hasan. PURWAKARTA: Agus Muslim, Yayan Maulana. JAKARTA: Bambang EP.  Sahidin Bagus Irianto BEKASI: Samsudin, M. Subekti. BOGOR:  Abdullah, Jajang Suhendi DEPOK: Rani Oktaviani, Dwi Sapitri. BANTEN: Jajat. Karna Wijaya. BANDUNG: Ayi Herlambang, Danang Ari Wibowo. CIMAHI: Adre Sutisna, Lukman Jaelani. LEBAK: Elsa Fitria, Casim Mustopa. BANTEN: Jajat Munajat, Hendro Mulyanto. INDRAMAYU: Fikri Rianto, Dadang Hidayat. CIREBON: Bagustian, Ade Firmansyah. KUNINGAN: Ading Permana, Susanto. MAJALENGKA. Abah Ojo, Abdul Wahab. SUMEDANG: Cece Ruhiyat, Santi Mulyani. TASIKMALAYA: Baden, Karna Mulyana. CIAMIS: Aam Amira, Deden Supriadi. PANGANDARAN: Doni Saputra, Nana Suryana. SUKABUMI/KOTA SUKABUMI: Dadan Sundana, Nilan Abdul Hadi, GARUT: Sopiyan, Nani Wijaya. CIANJUR: Dede Ruhyana, Amir Mahmud. KOTA BANJAR: Gugun Gunawan, Winarto. TANGGERANG: Reza Andika, Irma Yulianti. PALEMBANG: Morry Iskandar. Alamat Redaksi: Jalan Raya By Pas Jomin Blok Semper Desa Jomin Barat Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang Jawa Barat. 

 

 

Catatan Redaksi :

Setiap Kontributor kami dalam menjalankan tugasnya di lapangan Dibekali KTA & Surat Tugas yang masih berlaku & namanya tercantum di Boxs Redaksi. Bilamana terdapat wartawan yang namanya tidak tertera dalam boxs redaksi, segala tindakan yang dilakukan adalah diluar tanggung jawab redaksi.

TTD Redaksi

 

 

 


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top