Rp11,4 Miliar Disiapkan, Tiga Sekolah Negeri Baru Bakal Dibangun di Karawang
Pendidikan    Sabtu 05 September 2026    16:47:35 WIBKARAWANG - Kabar baik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan anggaran sekitar Rp11,4 miliar untuk membangun tiga Unit Sekolah Baru (USB) pada 2027.
Tiga sekolah tersebut terdiri atas satu Sekolah Dasar (SD) Negeri dan dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. SD Negeri baru direncanakan berdiri di wilayah Dawuan, Kecamatan Cikampek, sedangkan dua SMP Negeri akan dibangun di Kecamatan Telukjambe Timur dan Purwasari.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, mengatakan anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp3,8 miliar untuk setiap USB.
"Anggarannya sekitar Rp3,8 miliar untuk satu USB. Jadi total untuk tiga sekolah sekitar Rp11,4 miliar," kata Wawan, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, pembangunan sekolah baru menjadi bagian dari upaya pemerintah menyesuaikan ketersediaan fasilitas pendidikan dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat.
Di Dawuan, misalnya, kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan dasar terus meningkat. Namun, pengembangan sekolah yang sudah ada terbentur keterbatasan lahan. Karena itu, pembangunan sekolah baru dinilai menjadi pilihan yang lebih memungkinkan.
"Kalau USB SDN di Dawuan itu dibangun karena jumlah anak mau ke SD banyak. Kita mau meningkatkan bangunannya tapi lahannya terbatas, jadi kita pilih bangun di lokasi baru," ujarnya.
Kondisi serupa juga menjadi perhatian di Telukjambe Timur dan Purwasari. Di dua wilayah tersebut, jumlah lulusan SD belum sebanding dengan kapasitas SMP Negeri yang tersedia.
Akibatnya, sebagian masyarakat harus mencari alternatif pendidikan ke sekolah swasta.
"Kalau USB SMPN dibangun karena tidak seimbang lulusan SD dengan ketersediaan SMP Negeri. Jadi masyarakat selama ini sangat bergantung pada sekolah swasta," kata Wawan.
Meski anggaran telah disiapkan, pembangunan ketiga sekolah itu masih bergantung pada kesiapan lahan. Disdikbud mensyaratkan lahan yang digunakan berstatus fasilitas sosial (fasos), fasilitas umum (fasum), atau hibah.
Untuk SMP Negeri, kebutuhan lahan minimal mencapai 5.000 meter persegi. Sementara SD Negeri membutuhkan lahan sedikitnya 2.000 meter persegi.
Dari tiga lokasi yang direncanakan, lahan untuk USB SD Negeri di Dawuan telah tersedia. Sementara lahan untuk dua SMP Negeri di Telukjambe Timur dan Purwasari masih dalam proses penyelesaian.
Disdikbud meminta camat dan kepala desa di dua wilayah tersebut segera menuntaskan persoalan lahan pada tahun ini. Kepastian lahan diperlukan agar tahapan lelang pembangunan dapat berjalan sesuai target.
"Makanya kami minta ke camat atau kades soal lahannya agar tahun ini beres. Dari tiga yang diajukan, Dawuan sudah diserahin tanahnya, sementara yang dua belum," jelas Wawan.
Jika seluruh persyaratan, terutama terkait lahan, dapat dipenuhi, pembangunan tiga USB tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Penambahan sekolah negeri diharapkan bukan sekadar menambah jumlah bangunan pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Karawang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih dekat dan terjangkau.
Dengan bertambahnya daya tampung sekolah negeri, pemerintah berharap pilihan pendidikan bagi masyarakat semakin terbuka dan ketergantungan terhadap sekolah swasta dapat berkurang.***Red-Emn























