Dari Cikampek Barat ke Bukit Pamoyanan, Purna BPD Karawang Rayakan Kebersamaan Rawat Persaudaraan
Pemerintahan    Sabtu 05 September 2026    19:46:07 WIBKARAWANG - Suasana penuh keakraban mewarnai Jambore Purna BPD se-Kabupaten Karawang yang digelar pada 5–6 September 2026 di kawasan Bukit Pamoyanan, Subang.
Kegiatan tersebut diikuti anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), termasuk BPD Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek. Jambore menjadi ruang untuk melepas sejenak rutinitas sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota BPD dari berbagai desa di Kabupaten Karawang.
Di tengah suasana alam yang sejuk, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita. Canda, obrolan, dan kebersamaan menjadi bagian penting dari kegiatan yang tidak sekadar bersifat rekreatif tersebut.

Bagi para anggota BPD, pertemuan semacam ini memiliki makna tersendiri. Selain menjadi ajang memperkuat persaudaraan, jambore juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai dinamika pemerintahan dan kehidupan masyarakat di tingkat desa.
Salah satu anggota BPD Desa Cikampek Barat, Eko Toni, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum berharga bagi para anggota BPD untuk kembali memperkuat hubungan yang selama ini terjalin dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Menurutnya, BPD memiliki peran penting sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa. Karena itu, komunikasi dan kebersamaan antaranggota BPD perlu terus dijaga, bukan hanya dalam urusan pekerjaan, tetapi juga dalam hubungan sosial.
“Jambore ini bukan hanya soal berkumpul dan menikmati suasana alam. Lebih dari itu, kami bisa kembali bertemu dengan teman-teman BPD dari berbagai desa, bersilaturahmi, saling berbagi cerita dan pengalaman. Banyak hal yang kami dapatkan dari pertemuan seperti ini,” ujar Eko.

Ia menuturkan, setiap desa memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda. Dari perbedaan tersebut, para anggota BPD justru dapat saling belajar dan menemukan pengalaman baru yang bisa menjadi bahan evaluasi dalam menjalankan tugas masing-masing.
“Selama menjalankan tugas sebagai anggota BPD, tentu banyak dinamika yang kami hadapi. Ada persoalan masyarakat, komunikasi dengan pemerintah desa, hingga bagaimana menyerap dan menyampaikan aspirasi warga. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami bisa saling berdiskusi secara santai dan terbuka,” katanya.
Eko berharap kebersamaan yang terbangun dalam Jambore Purna BPD tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Menurut dia, silaturahmi harus terus dirawat agar para anggota BPD tetap memiliki ruang komunikasi dan saling mendukung dalam menjalankan amanah masyarakat.

“Yang paling penting adalah rasa persaudaraan. Kami mungkin berasal dari desa yang berbeda dan memiliki pengalaman yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Mudah-mudahan kebersamaan ini terus terjaga,” ucapnya.
Jambore Purna BPD se-Kabupaten Karawang pun menjadi pengingat bahwa pengabdian di tingkat desa tidak hanya dibangun melalui rapat dan administrasi pemerintahan. Ada hubungan antarmanusia, persaudaraan, dan semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan dalam menjaga kehidupan masyarakat desa.
Dari Bukit Pamoyanan, para anggota BPD membawa pulang bukan hanya kenangan, tetapi juga semangat untuk kembali menjalankan pengabdian dengan komunikasi yang lebih kuat dan persaudaraan yang semakin erat.***Red-Man























